Manto Eri Desak Polres Sikka Selidiki Eksistensi Aliran Gizi di Palue

0
653
Manto Eri Desak Polres Sikka Selidiki Eksistensi Aliran Gizi di Palue
Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri

Maumere-SuaraSikka.com: Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri mendesak Polres Sikka segera menyelidiki eksistensi Aliran Gizi yang kini sedang menjalankan aktifitas di Desa Ladolaka Kecamatan Palue.

Wakil rakyat asal Kecamatan Palue ini menegaskan bahwa kehidupan sosial kemasyarakatan di Palue selama ini berjalan sangat baik. Kondisi ini harus ditingkatkan, termasuk mewaspadai potensi-potensi yang mengancam kemapanan yang sedang berjalan.

Untuk itu, terhadap kehadiran Aliran Gizi di Palue, Manto Eri yang juga adalah Ketua DPC PKB Sikka meminta aparat kepolisian segera melakukan penyelidikan.

Warga Ladolaka berkumpul untuk menolak kehadiran Aliran Gizi (foto: istimewa)

“Polisi harus segera selidiki. Jika mengarah kepada gangguan terhadap kemapanan dan tatanan sosial budaya di Palue, maka saya minta proses oknum-oknumnya,” tegas dia melalui media ini, Kamis (18/3).

Politisi yang pekan lalu viral dengan pernyataan kader titipan ini, juga meminta pemerintah daerah bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sikka memfasilitasi masalah yang telah terjadi sehingga tidak menimbulkan konflik horisontal di tengah warga dan umat di Kecamatan Palue.

Selain itu, Manto Eri juga meminta warga Palue agat tetap tenang dan bersabar, sambil menunggu pihak-pihak yang berkompeten menyelesaikan persoalan ini.

Suasana Ladolaka saat heboh hadirnya Aliran Gizi, Minggu (7/3) (foto: istimewa)

“Kita serahkan kepada pihak berwajib dan pemerintah untuk bisa menfalisitasi dan menyelesaikannya. Masyarakat harap jaga suasana kondusif,” pesan dia.

Pantauan media ini, sedang terjadi pertemuan di Polres Sikka terkait persoalan ini. Media ini belum bisa melakukan peliputan karena pertemuan tersebut digelar secara tertutup.

Sebagaimana diberitakan, pada Minggu (7/3) lalu warga masyarakat Ladolaka melarang aktifitas Aliran Gizi. Sempat terjadi perdebatan seru antara warga dan pengikut aliran, hingga nyaris ricuh.

Hingga kini belum diketahui sejauh mana aktifitas Aliran Gizi sehingga dilarang melakukan kegiatan. Dugaan sementara, Aliran Gizi merekrut pengikut di desa itu, sementara warga di situ sudah menjadi penganut agama Katolik.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini