


Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Pengadaan Trafo Listrik di IGD RSUD TC Hillers Maumere pada tahun 2020, menuai soal. Dengan pagu anggaran Rp 1,8 miliar, ternyata mekanisme yang digunakan adalah penunjukkan langsung, bukan pelelangan.
Masalah pengadaan trafo ini menembus ruang politik. Fraksi Partai Gerindra mempersoalkannya melalui pemandangan umum terhadap Pidato Pengantar Bupati Sikka atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir TA 2020, Rabu (24/3) malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Jurubicara Fraksi Partai Gerindra Sufriyance Merison Botu memastikan bahwa pengadaan trafo listrik menggunakan tambahan dana di luar anggaran pembangunan IGD.
“Pengadaan trafo menggunakan mekanisme penunjukkan langsung, padahal pagu anggaran mencapai Rp 1,8 miliar,” jelas Son Botu.
Fraksi Partai Gerindra juga mempertanyakan kenapa trafo listrik tersebut belum difungsikan sesuai peruntukkan.
“Apakah barang ini tidak sesuai dengan standar yang diminta PLN, ataukah ada hambatan lain?” tanya Son Botu.

Secara terpisah Direktris RSUD TC Hillers Marietha L Dua Weni yang biasa disapa Mercy Pareira yang dihubungi Jumat (26/3), menjelaskan bahwa secara teknis pengadaan trafo listrik menjadi kewenangan pihak lain, dalam hal ini Penjabat Pembuat Komitmen (PPK).
Dia menambahkan bahwa trafo listrik tersebut sudah difungsikan. Menurut dia, uji fungsi sudah dijalankan sejak Nopember 2020 lalu.
“Sempat belum bisa difungsikan karena masih menunggu alat untuk penambahan daya dari PLN,” jelas Mercy Pareira.
Terkait mekanisme penunjukkan langsung terhadap proyek dengan pagu anggaran Rp 1,8 miliar, belum ada penjelasan detail dari PPK.
Menurut agenda, Bupati Sikka dijadwalkan Jumat (26/3) malam ini akan memberikan keterangan terhadap sikap politik fraksi-fraksi melalui sidang paripurna.*** (eny)


















