


Maumere-SuaraSikka.com: Cerita tentang tindakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo memukul dan menendang Kasat Pol PP dan Damkar Sikka beserta anggota, ternyata benar adanya.
Kesaksian ini disampaikan secara terbuka oleh Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha, Selasa (30/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Buang da Cunha mengakui hal tersebut di depan rapat Pansus 1 LKPJ TA 2020.
“Kami dipanggil Pa Bupati. Dan waktu ketemu memang Pa Bupati sempat pukul dan tendang kami. Saya sendiri juga dapat pukul,” cerita buang sambil memperagakan gaya Bupati Sikka saat memukul dia.
Buang da Cunha, mengatakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/3) lalu. Dia meyakini amarah Bupati Sikka erat kaitannya dengan operasi yustisi yang dilakukan SatPol PP dua hari sebelumnya.
Dalam operasi tersebut, SatPol PP menjaring seorang anak Bupati Sikka yang diketahui tidak mengenakan masker.

Pimpinan Pansus 1 Florensia Klowe menyesalkan tindakan yang dilakukan Bupati Sikka terhadap Kasat Pol PP dan Damkar bersama anggota.
Menurut dia, tindakan tersebut tidak pantas dilakukan seorang kepala daerah.
Buang da Cunha yang dikonfirmasi usai rapat Pansus 1, menolak memberikan keterangan kepada wartawan.
“Langsung ke Kabid Perundang-undangan saja,” alasan dia.
Kabid Perundang-undangan Paskalis Jogo malah mengarahkan wartawan meminta keterangan dari Kasat Pol PP dan Damkar.
Informasi yang dihimpun media ini, selain Kasat Pol PP dan Damkar, ada lagi 3 staf yang dipukul dan ditendang Bupati Sikka.*** (eny)
















