


Maumere-SuaraSikka.com: PMKRI Maumere mendorong Kejaksaan Negeri setempat melakukan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) atas sejumlah proyek yang diduga terindikasi korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) yang berakibat kepada kerugian negara.
Permintaan PMKRI Maumere ini disampaikan saat sejumlah aktifis bol kuning itu melakukan audiens dengan Kasi Intel Kejari Sikka Nurul Ihsan, Senin (29/3) kemarin.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sikap PMKRI Maumere ini sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan dan pemberantasan KKN yang terjadi di Kabupaten Sikka.
Ketua Presidium PMKRI Maumere Flavianus Nong Raga menyebut sejumlah kasus yang terindikasi KKN seperti Pembangunan Puskesmas Waigete dan Pengadaan Trafo senilai Rp 1,8 miliar di IGD RSUD TC Hillers Maumere yang belum digunanakan sesuai fungsinya.
Selain itu, Pengadaan Genset pada sejumlah Puskesmas, pengelolaan bengkel di Kantor Dinas Kesehatan, Pembangunan Sumur Bor di Puskesmas Wolomarang, dan pengalihan mesin mobil ke Pusling Teluk.
“PMKRI Maumere meminta Kejari Sikka untuk segera melakukan pulbaket atas proyek-proyek tersebut,” pinta Flavianus Nong Raga sebagaimana rilis yang diterima media ini, Selasa (30/3) siang tadi.
PMKRI Maumere sangat berharap agar sejumlah kasus yang menjadi intensi mereka, mendapat respons positip dari Kejari Maumere. PMKRI Maumere akan mengawal dan mendukung penuh kinerja Kejari Maumere.
Para aktifis ini lalu membandingkan dengan kasus Puskesmas Bola yang kini perkaranya sedang berproses pada Pengadilan Tipikor Kupang.
“Kami memberi apresiasi atas kinerja Kejari Maumere terhadap kasus Puskesmas Bola. Harapan kami agar kasus ini diungkap hingga ke akar persoalan,” ujar Ketua Presidium.
Kasi Intel Kejari Sikka Nurul Ihsan menyambut baik kedatangan PMKRI Maumere. Dia berterima kasih kepada aktifis PMKRI Maumere yang perduli dengan pembangunan di daerah.
Terkait permintaan PMKRI Maumere untuk pulbaket sejumlah kasus, Nurul Ihsan mengatakan pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk melakukan hal itu.
“Kalau ada indikasi dan mendapatkan pengaduan atau pun laporan masyarakat, tentunya kami secara profesional menindaklanjutinya,” jawab Nurul Ihsan.
Nurul Ihsan menjelaskan bahwa dalam menangani kasus tindak pidana korupsi, pihaknya membutuhkan data-data. Dukungan dan peran serta masyarakat, termasuk PMKRI Maumere, kata dia, sangat dibutuhkan.
Ketua Presidium PMKRI Maumere Flavianus Nong Raga mengucapkan terima kasih atas waktu dan kesempatan Kejari Sikka yang sudah berkenan menerima mereka untuk audiensi.*** (eny)
















