Terungkap Dana Siluman Rp 5 Miliar di BPBD Sikka

0
3098
Kepala BPBD Sikka menjelaskan penanganan tanggap darurat kepada Pansus 3 LKPJ Akhir TA 2020, Selasa (30/3)

Maumere-SuaraSikka.com: Pansus 3 LKPJ Akhir TA 2020 berhasil mengungkap dana siluman sebesar Rp 5 miliar di BPBD Sikka.

Dana siluman tersebut dikait-kaitkan dengan penanganan tanggap darurat tahun 2021. Munculnya anggaran ini tidak melalui mekanisme anggaran bersama Badan Anggaran DPRD Sikka.

Ihwal dana siluman ini diakui Kepala BPBD Sikka Mohamad Daeng Bakir kepada Pansus 3, Selasa (30/3). Dia sendiri belum tahu sumber pasti dana Rp 5 miliar tersebut.

Dana siluman sebesar Rp 5 miliar itu, menurut Mohamad Daeng Bakir, sudah diimplementasikan melalui sejumlah proyek fisik.

“Proyek-proyek tersebut sedang dikerjakan. Mungkin ada yang sudah selesai,” ungkap dia.

Mohamad Daeng Bakir mengatakan mekanisme yang digunakan dengan metode penunjukkan langsung (PL). Dia mengaku BPBD Sikka hanya selaku eksekutor.

Media ini mencatat, anggaran untuk pos Belanja Tidak Terduga (BTT) tahun 2021 dialokasikan sebesar Rp 5,3 miliar. Dana sebesar ini didistribusikan Rp 3 miliar ke BPBD Sikka untuk tanggap darurat, Rp 2 miliar ke Dinkes Sikka untuk penanganan Covid-19, dan Rp 300 juta untuk penanganan bencana lainnya.

Dalam perkembangan, sesuai penjelasan Mohamad Daeng Bakir, muncul lagi tambahan anggaran Rp 5 miliar untuk penanganan darurat. Tambahan anggaran ini yang kemudian disebut-sebut sebagai dana siluman.

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen Yanuarius Antonius yang dihubungi Rabu (31/3), membenarkan ada tambahan anggaran untuk penanganan tanggap darurat di tahun 2021.

Tambahan anggaran tersebut sudah dilaksanakan melalui sejumlah pekerjaan proyek. Dari data dia, ada 6 paket proyek yang sudah dikerjakan, sementara 5 paket proyek dibatalkan.

“Anggaran belum ada, kontraktor kerja lebih dulu. Saya tidak terbitkan SPMK,” alasan dia.

Data yang dihimpun media ini, 6 paket proyek yang bersumber dari dana siluman yakni Pembangunan Plat Duiker Ruas Jalan Wolofeo-Woloara Rp 148.775.000 oleh CV Buana Permai, dan Pembangunan Turap Ruas Jalan Tanangalu-Woloara Rp 269.561.000 oleh CV Cipta Flores.

Lalu Pembangunan Turap Ruas Jalan Kaliwajo-Wololangga Rp 551.310.000 oleh CV Dua Putri, dan Pembangunan Turap Pengaman Kali Dusun Tanali Rp 934.411.000 oleh CV Dewi Sartika.

Berikut Pembangunan Plat Duiker Kewapante-Sp Habibola Rp 222.240.000, dan Pembangunan Plat Duiker Ruas Jalan Bola-Hale Rp 258.858.000 oleh CV Persada Lestari.

Dari 6 paket proyek tersebut, total anggaran sebesar Rp 2.385.155.000. Hingga kini sumber dananya belum jelas.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini