




Maumere-SuaraSikka.com: Presiden Joko Widodo menghadiahkan jaket kepada dua pemuda pada lokasi bencana di Flores. Ternyata pada salah satu jaket dari presiden terselip uang rupiah.

Presiden Joko Widodo menanggalkan jaket berwarna merah dari tubuhnya. Kemudian dia kenakan kepada tubuh seorang pemuda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemuda beruntung itu bernama Fransiskus Uran Atawolo. Dia berasal dari Desa Tapolangu Kecamatan Lebatukan Kabupaten Lembata.
Frans Atawolo nekad ke Desa Amakaka Kecamatan Ile Ape Kabupaten Lembata. Dia berniat sekali melihat dari dekat Presiden Jokowi yang dijadwalkan berkunjung ke desa itu, Jumat (9/4).
Anak muda ini mengenakan sweater berwarna coklat. Mulut dan hidungnya ditutup masker kain berwarna hitam. Rambut hitamnya dipadu warna pirang. Dia mengenakan juga anting pada telinga bagian kiri.
Frans Atawolo sudah sejak awal menaruh niat untuk bertemu Presiden Jokowi dalam jarak pandang yang dekat. Bahkan dia rencana menerobos ketatnya pengawalan Paspampres.
“Saya memang sudah nekad dari kemarin untuk datang bertemu Pak Jokowi. Biar kena pukul Paspampres juga saya nekad le,” ungkap dia dengan dialeg Lembata yang kental, Jumat (9/4), usai mendapat hadiah jaket dari Presiden Jokowi.
Sebagaimana dikutip dari aksinews.id, Frans Atawolo tampak bangga ketika bisa melihat langsung Presiden Jokowi. Dia pun berteriak mengelukan figur yang dia idolakan tersebut.
“Saya berteriak, Bapa Jokowi ganteng, saya cinta kau sampai mati,” cerita dia.
Rupanya teriakan itu menarik perhatian Presiden Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung memalingkan wajahnya kepada Frans Atawolo.

“Jo, Bapa Tua panggil saya. Tunjuk saya nih. Saya tanya, saya ka Bapa? Bapa Tua bilang, iya kamu, ke sini. Eiii, saya maju ka. Bapa Tua buka jaket, jo suruh saya rentang tangan, bapa tua kasih pakai nih,” cerita dia bangga.
Frans Atawolo tidak menyangka teriakannya mampu mempengaruhi Presiden Jokowi. Dia malah berpikir Presiden tidak tega melihat penampilannya yang agak semrawutan.
“Mungkin Presiden lihat saya pung penampilan begini e, sehingga kasih saya jaket nih,” ujar dia polos.

Setelah memakaikan jakert ke Frans Atawolo, Presiden Jokowi melanjutkan perjalanan di antara reruntuhan batu, meninggalkan Frans Atawolo yang masih tidak percaya dengan peristiwa yang baru saja dia alami.
Tidak lama berselang, seorang Paspampres mendekati Frans Atawolo. Dia meminta izin untuk memeriksa isi kantong jaket.
“Mungkin saja ada barang penting yang tertinggal di dalam jaket,” duga Frans Atawolo.
Ridho Mayeli, seorang kawan Frans Atawolo yang berboncengan motor dari Tapalangu ke Amakaka, langsung memeriksa kantong jaket.
Ternyata setelah diperiksa, tidak ada barang penting lainnya. Ridho hanya menemukan selembar uang Rp 1.000.
“Yang ada hanya uang seribu rupiah. Uang dan jaket ini akan saya simpan. Tidak akan saya pakai sembarangan. Jaket ini saya tidak akan cuci,” ungkap dia gembira.
Ridho Mayeli yang menemukan satu lembar uang Rp 1.000 di dalam kantong jaket pemberian presiden, meminta agar dia yang mengoleksi uang tersebut.
Dia terheran-heran antara percaya atau tidak melihat fakta di kantong jaket presiden hanya ada selembar uang Rp 1.000.
“Bapak Presiden saja masih simpan uang Rp 1.000 nih,” ujar dia heran.
Seorang perempuan mendekati Frans Atawolo, dan menawarkan membeli jaket tersebut seharga Rp 500 ribu. Namun Frans Atawolo menolaknya. Buat dia jaket Jokowi tidak bisa digantikan dengan nilai uang berapa pun.
Ridho Mayeli ternyata juga punya kisah lain lagi. Dia berhasil mengikuti sholat berjamaah bersama Presiden Jokowi di Masjid Babul Jannah. Usai sholat, pemuda ini langsung menyerahkan sebuah selendang tenun kepada mantan Wali Kota Solo itu.

Kisah Presiden Jokowi dan jaket miliknya, terjadi lagi di Desa Nelelamadike Kecamatan Ile Boleng Kabupaten Flores Timur. Presiden Jokowi menghadiahkan jaket kepada seorang pemuda bernama Jackson Boleng.
Pemuda asal Desa Sandosi Kecamatan Witihama Kabupaten Flores Timur itu mengumbar semangatnya ketika melihat Presiden Jokowi yang sedang meninjau lokasi bencana, Jumat (9/4).
“Lanjutkan 3 periode,” teriak dia saat Presiden Jokowi dan rombongan melintas di hadapannya di Dusun Lamanele.
Sebagaimana dikutip dari kumparan.com, Presiden Jokowi langsung memanggil Jackson Boleng. Tampak keduanya terlibat dialog, tidak tahu apa yang diperbincangkan.

Tidak lama berselang, Presiden Jokowi melepas jaket coklat yang dia kenakan, dan langsung mengenakan jaket ke tubuh Jakcson Boleng.
Warga masyarakat yang menyaksikan keunikan tersebut, langsung berteriak histeris. Mereka pun beramai-ramai meminta Presiden Jokowi melanjutkan periode ketiga.
Jackson Boleng pun dikerubuti kuli tinta. Pemuda yang mengaku masih menganggur itu merasa bangga mendapatkan hadiah langsung dari presiden.

Sejak pukul 10.00 Wita Jackson Boleng sudah berada di Nelelamadike. Padahal saat itu Presiden Jokowi sedang dalam penerbangan dari Maumere ke Lewoleba. Dia terus sabar menanti kedatangan orang nomor satu di Indonesia.
Jackson Boleng tidak menyangka teriakan spontanitasnya berujung kepada sebuah peristiwa yang akan terus menjadi kenangan terindah selama hidupnya.*** (eny)




















