Klaster Nualolo di Mego Bersumber dari Pelaku Perjalanan

0
1456
Klaster Nualolo di Mego Bersumber dari Pelaku Perjalanan
Petugas BPBD Sikka mendata warga Nualolo yang akan menjalani karantina terpusat di Gedung SCC, Jumat (16/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Klaster Nualolo dari Desa Bhera Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, ternyata bersumber dari seorang pelaku perjalanan.

Diketahui pelaku perjalanan yang bernama Donatus datang dari Kupang ke Nualolo sekitar tiga minggu lalu. Yang bersangkutan hendak mengikuti acara kedukaan keluarga.

Camat Mego Alwan

“Sumbernya dari Donatus itu, kemudian menular sampai ke warga di kampung,” jelas Camat Mego Alwan yang ditemui di Gedung SCC, Jumat (16/4).

Pada saat penguburan orang yang meninggal, terbentuklah kerumunan warga. Diperkirakan virus Covid yang sudah membentuk pada diri Donatus kemudian menular kepada warga di kampung yang menghadiri acara kedukaan.

Donatus sendiri akhirnya terkonfirmasi positip. Dia dikarantina di Ruang Isolasi yang terletak di belakang Roxy Swalayan di Jalan Alpokat Kelurahan Kota Baru. Sekarang kondisinya sudah sehat, dan telah kembali pulang ke Kupang.

Warga Nualolo melapor identitas kepada petugas BPBD Sikka

Data yang ada pada media ini, sudah 47 warga Nualolo yang terkonfirmasi positip. Sebanyak 16 orang menjalani karantina di belakang Roxy Swalayan, 8 di antaranya sudah sembuh.

Menyusul bertambah lagi 23 orang yang mulai Jumat (16/4) menjalani karantina terpusat di Gedung SCC. Kemudian 8 orang lagi karantina mandiri di rumah masing-masing, dan berakhir hari ini.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis mengatakan peningkatan jumlah positip Covid di Desa Bhera merupakan kasus transmisi lokal yang dibawa seorang pelaku perjalanan dari Kupang.

Informasi yang dihimpun media ini, pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sikka, baik melalui jalur darat, udara, maupun laut, sepertinya bebas saja, tanpa menunjukkan dokumen kesehatan berupa hasil rapid antigen.

Kondisi ini menunjukkan belum adanya upaya maksimal dan serius dari pemerintah daerah setempat dalam melakukan pencegahan penularan virus corona.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini