Warga Covid di SCC Protes Tidur di Lantai

0
1606
Warga Covid di SCC Protes Tidur di Lantai
Sapeliga Guntur menyampaikan protes di Gedung SCC, Jumat (16/4)

Maumere-SuaraSikka.com: Warga terkonfirmasi Covid yang menjalani karantina di Gedung SCC melalukan protes karena tidur di atas lantai hanya beralaskan kasur lipat.

Protes tersebut dilayangkan Sapeliga Guntur, seorang warga Dusun Nualolo Desa Bhera Kecamatan Mego Kabupaten Sikka.

“Tempat ini tidak layak untuk karantina. Kami tidur di atas lantai, gedung ini dengan toilet yang jorok dan kotor,” protes dia kepada seorang staf BPBD Sikka, Jumat (16/4) di Gedung SCC.

Sapeliga Guntur menegaskan bahwa warga yang menjalani karantina terpusat di Gedung SCC, semuanya dalam kondisi sehat. Dia malah kuatir mereka akan mendapatkan sakit yang lebih parah.

Sapeliga Guntur didata petugas BPBD Sikka

“Lama-lama kami bukan sehat, tapi malah tambah sakit,” ujar dia gusar.

Kepala Seksi Kedaruratan Yulens Siswanto tidak menanggapi langsung protes warga. Dia melanjutkan protes tersebut kepada Kepala BPBD Sikka.

Camat Mego Alwan

Tidak lama kemudian Camat Mego Alwan dan Sekcam Mego Petrus Piter mendatangi Gedung SCC. Rupanya mereka sudah mendapat informasi terkait aksi protes warga.

Dua pejabat kecamatan ini langsung bertemu warga. Alwan meminta agar warga memahami kondisi mendadak yang sedang terjadi, sambil diupayakan perbaikan penanganan.

Menurut Alwan, sebelumnya 23 warga ini menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Namun akhirnya diambil keputusan karantina terpusat di Gedung SCC, dan warga menyetujui keputusan tersebut.

“Tadi kami sudah ketemu warga, dan mereka bisa memahami,” terang Alwan di Gedung SCC.

Sebagaimana diketahui terjadi peningkatan jumlah kasus positip di Kabupaten Sikka. Dua kecamatan yang paling menyolok adalah Alok dan Mego.

Warga Nualolo dievakuasi dengan Dalmas SatPol PP ke Gedung SCC

Di Kecamatan Mego, peningkatan drastis terjadi di Dusun Nualolo, menyusul kasus transmisi lokal yang dibawa seorang pelaku perjalanan dari Kupang, tiga minggu yang lalu.

Pelaku perjalanan ini masuk Maumere tanpa menunjukkan dokumen kesehatan, karena tidak diwajibkan oleh Satgas Covid Sikka.

Dia mengikuti acara kedukaan di Nualolo, yang mana pada saat itu sempat terbentuk kerumunan. Setidaknya sudah 47 orang yang dikabarkan terkonfirmasi positip dari kasus ini.

Sapeliga Guntur bersama 22 warga Dusun Nualolo, Jumat siang tadi dievakuasi dari Nualolo ke Gedung SCC. *** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini