




Maumere-SuaraSikka.com: Klaster Nualolo kian menggemaskan saja. Hari ini, Selasa (20/4) bertambah lagi 20 orang yang terpapar Covid.
Hasil 20 terpapar ini diketahui setelah rapid antigen massal di Pasar Lekebai yang berlangsung siang hari sebelumnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Belum ada data pasti berapa banyak warga Desa Bhera Kecamatan Mego yang menjalani rapid massal.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis yang dikonfirmasi sejak siang tadi belum memberikan jawaban.
Informasi yang diterima media ini, tercatat 230 orang yang mengikuti rapid massal. Namun dari jumlah ini berapa sampel yang diperiksa juga belum ada informasi pasti.
Dari 20 warga yang baru terpapar ini, sebanyak 18 orang langsung menjalani karantina terpusat di Kota Maumere, di mana 16 orang di Gedung SCC, dan 2 orang di belakang Roxy Swalayan.
Sementara 2 orang lainnya merupakan pasangan suami istri yang melaksanakan karantina mandiri di rumah. Sang suami rela karantina mandiri di rumah keluarga, sedangkan istrinya karantina mandiri di rumah sendiri.
Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Sikka Yulens Siswanto petang tadi menjemput 16 warga ini di Pasar Lekebai. Pukul 18.57 Wita mereka tiba di Gedung SCC.

Sebumnya siang tadi sebanyak 9 orang Klaster Nualolo yang karantina terpusat di Gedung SCC sudah diperbolehkan pulang.
Dengan demikian hingga Selasa (20/4), Klaster Nualolo yang masih aktif yakni sebanyak 50 orang karantina di Gedung SCC, dan 5 orang karantina di belakang Roxy Swalayan.*** (eny)




















