




Maumere-SuaraSikka.com: Kasus Covid di Kabupaten Sikka terus meningkat tajam dalam tiga minggu terakhir. Hingga Selasa (20/4) pukul 19.00 Wita tercatat 120 kasus aktif.
Diperkirakan untuk beberapa hari ke depan jumlah kasus aktif bisa bertambah banyak. Tim Kesehatan Satgas Covid Sikka kini serius melakukan treking dan penelusuran, khususnya terhadap Klaster Nualolo yang sedang menggemaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 120 orang yang terpapar virus corona itu, tersebar pada beberapa lokasi karantina terpusat dan karantina mandiri.

Data yang dihimpun media ini, tercatat 50 orang menjalani karantina terpusat di Gedung SCC. Semua mereka merupakan Klaster Nualolo dari Desa Bhera Kecamatan Mego.
Di tempat ini, Selasa (20/4) pagi terdata 43 orang. Pada sore harinya 9 orang dipulangkan. Namun malam harinya masuk lagi 16 orang setelah hasil treking di Pasar Lekebai.

Lalu 19 orang dari berbagai kecamatan menempati lokasi karantina terpusat di belakang Roxy Swalayan.
Di lokasi ini, kemarin pagi tercatat 15 penghuni. Lalu 7 orang dipulangkan karena sudah selesai masa waktu karantina. Namun sejak siang masuk lagi 11 orang.

Selanjutnya, sebagaimana informasi yang disampaikan Jurubicara Satgas Covid Sikka Clara Francis, terdapat 4 pasien di Ruang Isolasi RSUD TC Hillers Maumere.
Data lain, menyebutkan bahwa 47 warga kini sedang menjalani karantina mandiri di rumah masing-masing. Paling banyak berasal dari Klaster Nualolo dan warga Kelurahan Nangalimang.
Sejauh kini belum ada tindakan serius dari Satgas Covid Sikka, kecuali dari sisi penanganan kesehatan.

Pelaku perjalanan yang masuk ke wilayah Kabupaten Sikka, terlihat bebas saja tanpa menunjukkan dokumen kesehatan negatip rapid antigen. Padahal peningkatan kasus tiga minggu terakhir ini disebabkan oleh transmisi lokal oleh pelaku perjalanan.
Razia penertiban masker yang dilakukan SatPol PP sudah tidak terlihat lagi. Begitu juga razia terhadap potensi kerumunan. Di beberapa tempat, acara pesta dibiarkan, tapi di beberapa tempat lain justeru tegas dibubarkan.*** (eny)




















