




Maumere-SuaraSikka.com: Jumlah penderita Covid di Kabupaten Sikka menembus 761 kasus per Kamis (22/4). Sebanyak 115 orang masih dirawat karena aktif positip.
Dari jumlah tersebut 635 orang sudah dinyatakan sembuh. Sementara 11 orang dipastikan meninggal dengan penyakit bawaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lonjakan kasus dalam tiga minggu terakhir terjadi pada dua kecamatan yakni Mego dan Alok. Di Kecamatan Mego yang nampak sekali yakni Klaster Nualolo, menyusul penularan transmisi lokal pada Dusun Nualolo Desa Bhera.
Belum ada data pasti yang disampaikan petinggi Satgas Covid Sikka terkait jumlah Klaster Nualolo. Dari pantauan media ini pada lokasi karantina terpusat di belakang Roxy Swalayan dan Gedung SCC, diperkirakan Klaster Nualolo bisa mendekati angka 100 orang.
Sebanyak 115 kasus aktif yang masih dirawat, tersebar pada beberapa lokasi. Di ruang isolasi RSUD TC Hillers 4 orang, isolasi belakang Roxy Swalayan 15 orang, isolasi RSU Santa Elisabeth Lela 1 orang, Gedung SCC 45 orang, dan karantina mandiri 50 orang.
Hingga kemarin, Mego mencatat kasus aktif paling tinggi yakni 54 orang. Menyusul setelah itu Alok dengan 13 orang.
Data dari Dinkes Sikka menyebutkan Nita dan Paga, merupakan dua kecamatan yang juga memberikan kontribusi peningkatan kasus pada satu minggu terakhir. Nita kini 12 kasus aktif, dan Paga 11 kasus aktif.
Di sisi lain Kecamatan Alok Timur selalu menjadi fenomena Covid di Kabupaten Sikka. Sampai dengan 3 minggu terakhir, Alok Timur selalu mendominasi di tempat teratas kasus aktif. Kini kasus aktif dari Alok Timur sebanyak 10 orang.*** (eny)




















