Aja Luk, Produk Lokal Sikka Diborong Pejabat Kementerian Kominfo

0
784
Aja Luk, Produk Lokal Sikka Diborong Pejabat Kementerian Kominfo
Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Septriana Tangkary sedang berada di stand Aja Luk, Sabtu (1/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Produk lokal di Kabupaten Sikka terbukti berkualitas. Aja Luk misalnya, menggoda pejabat Kementerian Kominfo, hingga memborongnya ke Jakarta.

Septriana Tangkary selaku Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Kominfo menyempatkan diri mendatangi stand Aja Luk.

Produk Aja Luk dalam kemasan dengan ukuran 200 gram

Aja Luk mengambil salah satu lokasi pada momen Webinar dan Workshop Mendorong Kreasi dan Inovasi Wastra UMKM Flobamora di Go Hotel Maumere, Sabtu (1/5).

Septriana Tangkary tampak asyik mengobrol dengan Marlyn Parera selaku marketing Aja Luk. Dia berupa menggali informasi untuk mengetahui sejauh mana kualitas produk lokal tersebut.

Terlihat dia memberikan tips-tips untuk menyempurnakan tampilan kemasan serta peningkatan kualitas produk. Seprtiana Tangkary juga mendorong keberanian manajemen Aja Luk agar masuk dalam pasar digital.

Septriana Tangkary berbincang dengan Marlyn Parera marketing Aja Luk

Dari bincang-bincang beberapa menit, Septriana Tangkary akhirnya merogoh kocek dan berbelanja beberapa bungkus Aja Luk.

“Saya yakin kualitasnya bagus. Dan harus dipertahankan,” ungkap dia.

Aja Luk, produk lokal ini mulai diproduksi sejak 8 Desember 2020 lalu. Inisiatif produk ini datang dari Don Andreas Nes Fernandez.

“Dari dulu nenek moyang kita mengonsumsi aja luk. Jadi sebenarnya ini produk yang sudah familiar. Kami hanya melakukan modernisasi saja dengan pengolahan yang lebih baik dan kemasan kekinian,” cerita Marlyn Parera.

Sesuai namanya, bahan dasar Aja Luk adalah jagung pilihan yang diyakini berkualitas. Bahan dasar ini kemudian dipadu dengan kacang tanah organik dan gula pasir.

Proses produksi Aja Luk sangat sederhana, dengan tetap memrioritaskan kualitas. Tidak ada selembar pun ari-ari kacang tanah yang tertinggal pada produk ini.

Dengan usia usaha yang masih muda, ditambah jumlah pekerja hanya 2-3 orang, dalam satu minggu bisa dihasilkan hingga 25 bungkus Aja Luk dalam kemasan berukuran 200 gram.

Peminat Aja Luk tidak susah mendapatkan produk ini, karena tersedia pada sejumlah tempat seperti Toko Oleh-Oleh Sibakloang dan Sonya da Gama Art Shop.

“Sering juga kami promosi melalui jaringan media sosial,” ujar Marlyn Parera.

Marlyn Parera di stand Aja Luk di Go Hotel Maumere

Dengan harga Rp 15.000/bungkus, Aja Luk ternyata sudah punya pelanggan tetap. Sejumlah warga Kabupaten Sikka yang menetap di Denpasar dan Papua sering mengorder produk ini.

Marlyn Parera berterimakasih sekali kepada Septriana Tangkary yang bersedia berbagi informasi dan memberikan tips untuk peningkatan kualitas.

“Terima kasih untuk motivasinya. Dan tentu senang sekali karena Ibu Septry belanja Aja Luk sebagai oleh-oleh untuk konsumsi,” ujar dia gembira.

Aja Luk, kata dia, memiliki keunggulan tersendiri. Produk ini sangat cocok bagi anak-anak dan lanjut usia (lansia) untuk menjaga pola makan yang berkalori tinggi.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini