Sentuhan JKN-KIS Ringankan Biaya Penderita Kolik Abdomen

0
128
Sentuhan JKN-KIS Ringankan Biaya Penderita Kolik Abdomen
Brigitha Nancy Maria Intan

Maumere-SuaraSikka.com: Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) benar-benar flamboyan. Sentuhannya meringankan penderita kolik abdomen.

Brigitha Nancy Maria Intan Puteri, 39 tahun, tidak menyangka menderita kolik abdomen. Padahal sebelumnya warga Kabupaten Sikka ini merasa sakit pada perut. Sakitnya terasa agak aneh karena tiba-tiba hilang dan muncul. Akibatnya tidur pun merasa tidak nyaman.

Karena sakit perut yang tidak tertahankan, ibu rumah tangga ini akhirnya memutuskan memeriksakan kesehatan ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat dia terdaftar.

Setelah pemeriksaan di FKTP, dokter lalu merujuk dia ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, dilakukan serangkaian pemeriksaan dengan pengecekan darah lengkap. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dia didiagnosa kolik abdomen.

Sebagaimana diketahui, kolik abdomen adalah nyeri hebat pada perut yang sifatnya hilang-timbul. Hal yang mendasari terjadinya penyakit ini adalah kontraksi otot, penyumbatan, atau peradangan pada organ di dalam rongga perut, seperti usus, rektum, kantong empedu, ginjal, atau saluran kemih.

Dokter memberikan obat dan memberikan surat kontrol kembali untuk mengetahui perkembangan kesehatannya dalam satu minggu ke depan.

Sejak dari FKTP hingga rumah sakit, semua tindakan medis, obat yang diberikan, dan pelayanan lainnya, dia tidak keluarkan biaya sepeser pun. Dia baru tahu ternyata telah dijaminkan semuanya oleh BPJS Kesehatan melalui Program JKN-KIS.

“Tidak ada biaya. Luar biasa sekali,” ungkap dia sambil tersenyum.

Intan mengaku sangat bersyukur terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. Iuran atas program ini menjadi tanggungan suaminya yang adalah seorang pegawai negeri.

Dia tidak bisa membayangkan jika tidak menjadi peserta JKN-KIS. Dengan pendapatan yang pas-pasan, dia mengaku tidak sanggup membayar sendiri biaya pengobatan selama ini.

“Beruntung ada JKN-KIS. Kalau tidak, ya saya tidak bisa melanjutkan pengobatan,” ujar dia.

Intan menyinggung pelayanan yang dia terima selama masa pengobatan. Menurut dia dokter dan tenaga medis memberikan pelayanan yang sangat baik.

“Puji Tuhan, saya memdapatkan pelayanan dengan sangat baik,” ungkap dia.

Pengalaman menikmati program JKN-KIS ini, membuat Intan mendukung penuh program ini. Apalagi setelah dia tahu bahwa iuran yang dibayarkannya selama ini telah dimanfaatkan oleh banyak orang.

“Senang sekali, ternyata kita juga berkontribusi untuk sesama yang membutuhkan biaya,” ujarnya bangga.

Intan mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan kehadiran JKN-KIS. Dia berharap program ini terus berkesinambungan karena manfaatnya sangat besar.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini