Janji Gelar RDP Tidak Terlaksana, Orator Sebut DPRD Sikka Penipu

0
697
Janji Gelar RDP Tidak Terlaksana, Orator Sebut DPRD Sikka Penipu
Seorang orator mengecam DPRD Sikka yang tidak merepons kasus pindah agama, Senin (3/5)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang orator perempuan melabelkan DPRD Sikka sebagai penipu. Pasalnya sudah 1 tahun menjanjikan rapat dengar pendapat (RDP) tapi tidak terlaksana.

RDP yang dijanjikan DPRD Sikka yakni terkait benih radikalisme dan intoleran yang tengah mengancam Kabupaten Sikka, menyusul kasus pindah agama Yohanes San Salvador Lado Gili, anak dari Gerardus Gili.

Aksi damai di depan Kantor Kementerian Agama Sikka, Senin (3/5)

“Janjikan gelar RDP, sudah 1 tahun sekarang ko belum RDP saja. Ini bukan lagi dewan perwakilan rakyat, tapi dewan penipu rakyat,” teriak lengking orator dari atas pikup berwarna hitam, Senin (3/5).

Mobil pikup hitam yang membawa Gerardus Gili dan istri serta orator perempuan itu dihadang petugas di depan pintu masuk Kantor DPRD Sikka. Tiga orang ini terpaksa melakukan orasi secara bergantian dari depan pintu masuk.

Perempuan orator tadi mengecam langkah politik DPRD Sikka yang menutup akses masuk bagi masyarakat yang ingin mengadukan persoalan kepada wakil-wakil rakyat.

“Wakil rakyat model apa kalian ini? Rakyat datang mengadu, ko kami dihadang aparat kepolisian? Kalau kalian tidak sanggup, keluar ke sini, biat kami yang duduk di dalam,” teriak dia.

Dari atas pikup, dia mengingatkan Pimpinan dan Anggota DPRD Sikka bahwa mereka akan kembali ke rumah setelah bertemu dan beraudiens dengan para wakil rakyat.

“Pantang kami tinggalkan tempat ini sebelum bertemu kalian,” ujar dia.

Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri menemui demonstran di depan pintu masuk, Senin (3/5)

Tidak lama berselang Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri bersama Wakil Ketua Komisi 3 Wenseslaus Wege menemui para demonstran.

Yoseph Karmianto Eri mengatakan DPRD Sikka sedang rapat penting bersama Bupati Sikka terkait agenda pembangunan di daerah itu.

Dia memastikan akan menerima Gerardus Gili bersama keluarga usai rapat bersama Bupati Sikka.

Setelah menunggi waktu yang cukup lama di depan pintu gerbang, akhirnya Gerardus Gili bersama keluarga diizinkan bertemu pimpinan dan anggota DPRD Sikka.

Dalam audiensi tersebut, DPRD Sikka akhirnya mengagendakan RDP terkait persoalan yang dialami Gerardus Gili.

Rencananya RDP tersebut akan mengundang juga beberapa lembaga terkait, termasuk sejumlah oknum yang diduga kuat terlibat dalam kasus pindah agama Yohanes San Salvador Lado Gili.

Poster aksi damai dipampang pada pikup pengangkut orator, Senin (3/5)

Sebagaimana diketahui, Gerardus Gili bersama istri menggelar aksi damai, Senin (3/5) pada sejumlah lokasi di Kota Maumere. Mereka melakukan protes atas kasus pindah agama anaknya sejak 1 tahun lalu. Meeka menduga kuat perpindahan agama tersebut diintervensi oleh kelompok radikal dan intoleran.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini