Bumil di Sikka Jadi Penunggak Terbesar Iuran JKN-KIS

0
215
Bumil di Sikka Jadi Penunggak Terbesar Iuran JKN-KIS
Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Hal yang unik terjadi di Kabupaten Sikka. Ternyata ibu hamil (bumil) menjadi penunggak terbesar iuran Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Bumil penunggak iuran ini merupakan peserta kategori pekerja bukan penerima upah (PBPU). Mereka semua terdaftar untuk mendapatkan jaminan Kelas 3.

“Tunggakan
paling banyak di Kelas 3, ya itu ibu-ibu yang urus persalinan,” papar Kepala BPJS Cabang Maumere I Gusti Ngrurah Arie Mayanugraha kepada wartawan di Hotel Capa, Selasa (11/5).

Kepala BPJS Cabang Maumere I Gusti Ngrurah Arie Mayanugraha

Pria asal Bali ini menyebut bumil menjadi penunggak terbesar karena mereka hanya membayar iuran untuk kepentingan urusan persalinan saja. Setelah melahirkan, pembayaran iuran pun praktis dihentikan.

“Setelah kami analisa, yah ternyata banyak yang manfaatkan momen itu saja,” ujar dia.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Maumere tampak prihatin dengan kondisi seperti ini. Pihaknya, kata dia, akan mendorong agar peserta mandiri yang kesulitan membayar iuran bisa diakomodir melalui jalur penerima bantuan iuran (PBI), sehingga iurannya dibayar pemerintah.

Menurut dia, peluang tersebut terbuka untuk PBI APBN karena ada kuota yang disediakan. Pemerintah daerah bisa melakukan seleksi terhadap peserta mandiri, dan mengusulkan ke pusat.

“Kalau belum bisa diakomodir di pusat, bisa melalui PBI APBD,” usul dia.

Pada tahun 2020, BPJS Kesehatan Maumere mengklaim 1.427 kasus persalinan peserta di RSUD TC Hillers Maumere, di antaranya 662 kasus melahirkan secara caesar.

Jumlah persalinan tersebut terbilang cukup tinggi, mengingat pada saat itu Indonesia secara nasional termasuk Kabupaten Sikka sedang berhadapan dengan situasi pandemi virus corona.

Sebagaimana diketahui, PBPU di Kabupaten Sikka yang menunggak iuran sebanyak 17.757 orang dengan total tunggakan sebesar Rp 13.477.511.062.

Tunggakan tersebut terdiri dari Kelas 1 berjumlah 1.514 peserta dengan besaran Rp 2.906.868.095.

Selanjutnya 1.905 peserta Kelas 2 menunggak sebesar Rp 2.413.541.978. Lalu
14.338 peserta Kelas 3 menunggak Rp 8.157.100.989.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini