679 Bidan di Sikka Terancam Alih Profesi

0
1911
679 Bidan di Sikka Terancam Alih Profesi
Ketua Komisi 3 DPRD Sikka Alfridus Melanus Aeng memberikan sambutan pada Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5), di Aula Heinrich

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib miris dialami 679 bidan di Kabupaten Sikka. Mereka terancam alih profesi karena tidak diperbolehkan lagi memberikan pelayanan kesehatan.

Ihwal informasi miris ini disampaikan Politisi PKPI Alfridus Melanus Aeng. Ketua Komisi 3 DPRD Sikka itu menyinggung hal itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5), di Aula Heinrich Litbang.

Sejumlah bidan mengikuti Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

Alfridus Aeng menyebut profesi bidan berhubungan langsung dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Profesi ini sangat strategis dalam memberikan kontribusi pada bidang kesehatan.

Sayangnya, kata dia, masih terdapat ratusan bidan yang terancam meninggalkan tugas sebagai pelayan kesehatan, dan dialihkan sebagai tenaga administratif.

Masalahnya, sebut dia, sebanyak 679 bidan di Kabupaten Sikka hanya berpendidikan Diploma 3. Sementara Kementerian Kesehatan telah mewanti-wanti agar pendidikan bidan harus setara Strata 1.

Kementerian Kesehatan memberikan batas waktu, di mana hingga tahun 2030 semua bidan harus berpendidikan Strata 1 atau melanjutkan pendidikan profesi.

Beberapa bidan tampak serius pada acara pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

“Sudah ada surat dari Kementerian Kesehatan, yang dipertegas oleh Kementerian PANRB, jika tidak Strata 1 atau pendidikan profesi, maka yang bersangkutan tidak bisa melayani pasien, dan hanya bisa sebagai tenaga administrasi,” ungkap Alfridus Aeng.

Dia mengatakan kondisi ini sudah terbukti dan dialami 18 bidan yang berpendidikan Diploma 1. Sejak tahun 2020, semua mereka akhirnya menjadi tenaga administrasi.

Terhadap kondisi ini, Alfridus Aeng meminta perhatian serius pemerintah daerah setempat untuk menyelamatkan nasib 679 bidan. Tidak hanya pemerintah, dia juga mendorong DPRD Sikka memikirkan nasib para bidan.

“Ini sangat serius. Pemerintah dan DPRD harus berpikir dari sekarang. Dinkes Sikka segera lakukan kajian,” tegas anggota Badan Anggaran DPRD Sikka itu.

Alfridus Aeng berencana membawa persoalan ini ke Komisi 3 DPRD dan Badan Anggaran.

Parade rayon pada acara pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

Muscab IV IBI Sikka dibuka oleh Wakil Bupati Sikka. Hadir pada kesempatan itu antara lain Ketua IBI NTT Damita Palalangan, Ketua Komisi 3 DPRD Sikka.Alfridus Melanus Aeng, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Clara Francis.

Kegiatan ini mengangkat tema Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal dan Neonatal melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Pelayanan Berkualitas.

Puluhan bidan mengikuti kegiatan tersebut secara offline. Sementara ratusan bidan mengikuti secara virtual. Seluruh kegiatan dirancang dengan tetap menjaga protokoler kesehatan.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini