679 Bidan di Sikka Terancam Alih Profesi

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 24 Mei 2021 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 47 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi 3 DPRD Sikka Alfridus Melanus Aeng memberikan sambutan pada Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5), di Aula Heinrich

Ketua Komisi 3 DPRD Sikka Alfridus Melanus Aeng memberikan sambutan pada Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5), di Aula Heinrich

Maumere-SuaraSikka.com: Nasib miris dialami 679 bidan di Kabupaten Sikka. Mereka terancam alih profesi karena tidak diperbolehkan lagi memberikan pelayanan kesehatan.

Ihwal informasi miris ini disampaikan Politisi PKPI Alfridus Melanus Aeng. Ketua Komisi 3 DPRD Sikka itu menyinggung hal itu saat memberikan sambutan pada pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5), di Aula Heinrich Litbang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah bidan mengikuti Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

Alfridus Aeng menyebut profesi bidan berhubungan langsung dengan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Profesi ini sangat strategis dalam memberikan kontribusi pada bidang kesehatan.

Sayangnya, kata dia, masih terdapat ratusan bidan yang terancam meninggalkan tugas sebagai pelayan kesehatan, dan dialihkan sebagai tenaga administratif.

Masalahnya, sebut dia, sebanyak 679 bidan di Kabupaten Sikka hanya berpendidikan Diploma 3. Sementara Kementerian Kesehatan telah mewanti-wanti agar pendidikan bidan harus setara Strata 1.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Kementerian Kesehatan memberikan batas waktu, di mana hingga tahun 2030 semua bidan harus berpendidikan Strata 1 atau melanjutkan pendidikan profesi.

Beberapa bidan tampak serius pada acara pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

“Sudah ada surat dari Kementerian Kesehatan, yang dipertegas oleh Kementerian PANRB, jika tidak Strata 1 atau pendidikan profesi, maka yang bersangkutan tidak bisa melayani pasien, dan hanya bisa sebagai tenaga administrasi,” ungkap Alfridus Aeng.

Dia mengatakan kondisi ini sudah terbukti dan dialami 18 bidan yang berpendidikan Diploma 1. Sejak tahun 2020, semua mereka akhirnya menjadi tenaga administrasi.

Terhadap kondisi ini, Alfridus Aeng meminta perhatian serius pemerintah daerah setempat untuk menyelamatkan nasib 679 bidan. Tidak hanya pemerintah, dia juga mendorong DPRD Sikka memikirkan nasib para bidan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

“Ini sangat serius. Pemerintah dan DPRD harus berpikir dari sekarang. Dinkes Sikka segera lakukan kajian,” tegas anggota Badan Anggaran DPRD Sikka itu.

Alfridus Aeng berencana membawa persoalan ini ke Komisi 3 DPRD dan Badan Anggaran.

Parade rayon pada acara pembukaan Muscab IV IBI Sikka, Senin (24/5)

Muscab IV IBI Sikka dibuka oleh Wakil Bupati Sikka. Hadir pada kesempatan itu antara lain Ketua IBI NTT Damita Palalangan, Ketua Komisi 3 DPRD Sikka.Alfridus Melanus Aeng, dan Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Clara Francis.

Kegiatan ini mengangkat tema Bidan Garda Terdepan Mengawal Kesehatan Maternal dan Neonatal melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Pelayanan Berkualitas.

Puluhan bidan mengikuti kegiatan tersebut secara offline. Sementara ratusan bidan mengikuti secara virtual. Seluruh kegiatan dirancang dengan tetap menjaga protokoler kesehatan.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru