Busyet! Bagian Umum Utang Uang Kas, Antara Lain untuk Kegiatan Sambut Baru

0
2950
Busyet! Bagian Umum Utang Uang Kas, Antara Lain untuk Kegiatan Sambut Baru
Ilustrasi

Maumere-SuaraSikka.com: Utang Bagian Umum Setda Sikka pada seorang pengusaha di Geliting Kecamatan Kewapante, tidak saja berupa barang. Ternyata ada juga uang kas. Antara lain dipakai untuk kegiatan sambut baru.

Setidaknya terjadi 6 kali transkasi utang uang kas pada UD Deka milik Martin Lomi. Data-data utang uang kas terekap jelas pada dokumen penagihan.

Damianus Yo, orang yang diberi kuasa oleh Martin Lomi untuk melakukan penagihan, membeberkan bukti 2 lembar kuitansi sebagai tanda terima transaksi utang uang kas.

Kuitansi pertama tertanggal 22 Juli 2019, dengan utang sebesar Rp 15 juta, yang diterima Bendahara Bagian Umum. Tidak ada keterangan terkait pemanfaatan uang.

Lalu kuitansi berikutnya tertanggal 23 Juli 2019, dengan utang sebesar Rp 1,6 juta, juga diterima oleh Bendahara Bagian Umum. Tertera keterangan sebagai biaya kegiatan HUT RI pada Bagian Umum Kabupaten Sikka TA 2019.

Sementara itu empat transaksi utang lainnya, tidak dalam bentuk kuitansi. Damianus Yo hanya memperlihatkan 1 lembar invoice tanpa tanggal untuk tiga transaksi.

Sedangkan 1 transaksi lagi terjadi pada tanggal 26 Juli 2019 sebesar Rp 3.950.000. Transaksi ini terekap dalam daftar tagihan.

Dalam lembaran invoice, termuat tiga kali transaksi uang tunai yang dibayarkan oleh seseorang bernama Uccu.

Pada lembaran ini disebutkan biaya pasang listrik tahap 1 untuk 7700VA senilai Rp 3.039.000, tunai kegiatan sambut baru Rp 2,5 juta, dan tunai Rp 850.000.

Transkasi ketiga dalam lembaran ini tertulis nama seseorang yang mirip dengan nama Bendahara Bagian Umum.

Enam kali transaksi utang Bagian Umum Setda Sikka ini semuanya masuk dalam rekapitulasi daftar penagihan.

Dari enam kali transaksi utang uang tunai, total semuanya sebesar Rp 26.939.000.

Kepala Bagian Umum Setda Sikka Bernadus Absalon Parera belum bisa dihubungi karena sedang sakit. Tidak ada bukti semacam memo dari Kabag Umum terkait utang uang kas ini.

Sekda Sikka Adrianus Firminus mengaku telah bertemu Martin Lomi dan Damianus Yo pada Rabu (2/6) di ruang kerjanya. Antara lain, kata dia, juga disampaikan soal utang uang kas.

“Ada, kami akan telusuri, apakah ini untuk kepentingan kantor ataukah urusan privaci,” ujar Sekda Sikka kepada wartawan.

Sebagaimana diberitakan, Bagian Umum diketahui berutang kepada Martin Lomi sebesar Rp 678.178.888. Nilai ini sudah termasuk PPn Rp 60.912.640 dan PPh Rp 12.182.528.

Dari jumlah utang tersebut, telah dibayar secara cicil sebanyak 3 kali yakni Rp 125.361.398, diikuti cicilan kedua dan ketiga masing-masing sebesar Rp 107.454.545.

Sesuai perhitungan, ujar Damianus Yo, utang Bagian Umum sejak tahun 2019 yang belum dibayar sebesar Rp 268.855.912.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini