2 Perempuan dan 3 Laki-Laki Digebrek SatPol PP, Diduga Pesta Miras di Sebuah Kontrakan

0
3253
2 Perempuan dan 3 Laki-Laki Digebrek SatPol PP, Diduga Pesta Miras di Sebuah Kontrakan
Inilah 5 orang yang digebrek dari sebuah kontrakan di Kelurahan Kota Uneng, Kamis (3/6)

Maumere-SuaraSikka.com: SatPol PP Sikka Kamis (3/6) pagi tadi menggebrek 2 perempuan bersama 3 laki-laki di sebuah kontrakan di Kelurahan Kota Uneng Kecamatan Alok. Diduga mereka baru selesai pesta miras.

Kasus ini terungkap setelah mendapat laporan pertelepon melalui Usineno da Silva, pemilik kontrakan yang beralamat di Jalan Sikukoru.

Saat SatPol tiba di lokasi, Kamis (3/6) pukul 08.00 Wita , 4 di antaranya sedang tertidur lelap di kamar kontrakan yang disewa Lucky. Sementara 1 orang sudah lebih dulu bangun untuk membuka pintu.

Lima orang ini usia antara 19 tahun sampai 22 tahun. Di antara mereka, salah satunya seorang pria yang sudah beristri.

Kasat Pol PP dan Damkar Adeodatus Buang da Cunha memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan

Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha menjelaskan pihaknya menindaklanjuti laporan pemilik kontrakan.

Lima orang ini langsung diamankan ke Kantor SatPol PP dan Damkar. Usai memberikan pembinaan, 5 orang ini diantar pulang ke rumah masing-masing.

Setelah ditelusuri, teryata 5 orang ini tidak saling baku kenal. Masing-masing mereka mendatangi kontrakan Lucky karena punya hubungan pertemanan dengan pria ini.

Lucky yang dikonfirmasi media ini mengatakan dua orang kawan laki-laki datang lebih dulu, kemudian menyusul lagi 3 laki-laki dan 2 perempuan.

Setelah itu sekitar jam 23.00 Wita mereka bersama-sama menenggak minuman keras (miras) tradisionil yang biasa disebut moke.

Menurut pengakuan, mereka menenggak moke sebanyak 2 botol. Namun sebelum datang ke kontrakan Lucky, masing-masing mereka sudah menenggak miras.

Pesta miras berlangsung hingga tengah malam. Lucky yang sudah mabok memilih masuk tidur. Dua kawan laki-laki juga pamit pulang. Tersisa 2 perempuan dan 3 laki-laki.

“Saya dan teman Nona ini hanya duduk saja, tidak minum,” ujar seorang perempuan.

Kasat Pol PP menjelaskan ketika anggotanya tiba, pintu kontrakan tertutup. Setelah digedor berkali-kali, kurang lebih setengah jam, kemudian seseorang membukakan pintu.

“Mereka tidur nyenyak, ada laki-laki yang tidak pakai baju, ada satu perempuan yang celana pendek saja,” tutur dia.

Ketika ditanya ada dugaan pesta sex, Kasat Pol PP menampiknya. Dari hasil interogasi, kata dia, tidak ada yang mengaku tentang itu.

“Tidak ada, mereka hanya mengaku tenggak miras,” jelas Adeodatus Buang da Cunha.

Personil SatPol PP mengantar pulang 5 remaja ke rumah masing-masing

Usineno da Silva, pemilik kontrakan mengaku kaget melihat banyak sandal di depan kontrakan Lucky. Hal seperti itu tidak seperti biasanya.

Pemilik kontrakan ini sempat curiga. Dia mencoba telpon Lucky tapi tidak dijawab. Dia lalu membuka pintu, dan melihat wajah orang-orang asing sementara tidur lelap.

Lucky yang menyewa kontrakan, tidak ada di kamar. Belakangan diketahui, saat itu Lucky sedang keluar untuk mencari sarapan pagi.

“Saya rasa ada yang tidak beres. Saya koordinasikan dengan Ketua RT, setelah itu langsung telpon Kasat Pol PP,” cerita Usineno da Silva.

Personil SatPol PP menggelar apel usai penggebrekan pada sebuah kontrakan di Kelurahan Kota Uneng

Kasat Pol PP dan Damkar Sikka Adeodatus Buang da Cunha menyebutkan setelah diperiksa, ternyata 5 orang ini tidak membawa kartu identitas.

Dia mengatakan pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait bisnis prostitusi gelap yang melibatkan anak-anak remaja.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya belum berhasil menangkap tangan karena bisnis prostitusi gelap dilaksanakan secara rapi dan tertutup.

Lima remaja ini memberikan keterangan kepada personil SatPol PP Sikka

Kasat Pol PP dan Damkar mengimbau kepada para orang tua agar selalu mewanti-wanti anak-anak mereka, apalagi jika sudah sampai larut malam belum pulang ke rumah.

“Yah seperti ini, 2 gadis 19 tahun, bayangkan sampai jam 12 malam masih keluyuran, bertamu di rumah orang, temani kawan-kawannya miras, terus tidur lagi di kontrakan orang,” ujar dia prihatin.

Pantauan media ini di Kantor SatPol PP dan Damkar, 5 orang ini diambil keterangan di salah satu ruangan. Usai mendapatkan pembinaan, mereka menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulang lagi perbuatan yang sama.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini