Bagian Umum Utang Lampu Jalan dan Aksesoris Hingga Rp 397 Juta Lebih

0
1126
Bagian Umum Utang Lampu Jalan dan Aksesoris Hingga Rp 397 Juta Lebih
Contoh lampu sorot LED 500 Watt

Maumere-SuaraSikka.com: Bagian Umum Setda Sikka membelanjakan lampu jalan dan aksesoris pada tahun anggaran 2019 mencapai Rp 397.255.900. Semuanya dalam bentuk utang melalui UD Deka yang beralamat di Desa Geliting Kecamatan Kewapante.

Data ini terekap dalam dokumen penagihan UD Deka yang diterbitkan pada 22 Juni 2020. Dokumen penagihan sudah diserahkan kepada Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, Rabu (2/6).

Utang untuk komponen belanja lampu jalan dan aksesoris boleh dibilang paling dominan dari total utang Bagian Umum kepada perusahaan tersebut.

Utang Bagian Umum pada UD Deka selama tahun 2019 sebanyak Rp 678.178.888. Nilai ini sudah termasuk PPn Rp 60.912.640 dan PPh Rp 12.182.528. Dengan demikian, utang pengadaan lampu dan aksesoris setara 58,57 persen.

Dari jumlah utang tersebut, telah dibayar secara cicil sebanyak 3 kali yakni Rp 125.361.398, diikuti cicilan kedua dan ketiga masing-masing sebesar Rp 107.454.545.

Sesuai perhitungan, sisa utang Bagian Umum yang belum dibayarkan sebesar Rp 268.855.912. UD Deka telah berkali-kali melakukan penagihan, namun belum direspons.

Dari dokumen penagihan pada UD Deka, terungkap begitu banyak jumlah lampu jalan yang dibelanjakan.

Seperti tanda terima tertanggal 18 Juli 2019, utang belanja berupa 2 buah lampu 500 Watt dan 6 rol lampu fleksibel neon merah putih.

Lalu ada nota tertanggal 23 juli 2019, di mana tercatat utang belanja 302 buah lampu LED 50 Watt. Kemudian tanda terima tertanggal 2 Agustus 2019, tercatat utang belanja 302 buah lampu LED 50 Watt. Begitu juga tanda terima tanggal 6 Agustus 2019, utang belanja 6 buah lampu LED 300 Watt.

Selanjutnya pada dokumen invoice 26 dan 27 Agustus 2019, Bagian Umum melakukan utang belanja 180 buah lampu Philips LED 13 Watt.

Ada juga memo Kabag Umum tertanggal 27 Agustus 2019 dengan utang belanja 180 buah lampu LED 13 Watt. Kemudian dokumen invoice tanggal 3 September 2019, tertera utang belanja 50 buah lampu Philips LED 13 Watt.

Ada lagi dua lembar memo Kabag Umum pada bulan September 2019. Memo tanggal 3 September 2019, utang belanja 50 buah lampu LED 13 Watt. Dan memo tanggal 7 September 2019, utang belanja 12 buah lampu HE 24 Watt, 12 buah lampu HE 13 Watt, dan 12 buah lampu emergency.

Masih ada 1 lembar memo Kabag Umum tertanggal 2 Oktober 2019, dengan utang belanja 4 buah lampu Philps spiral 23 Watt. Dan sebuah invoice tanpa tanggal dengan utang belanja 6 buah lampu stadium LED 300 Watt.

Ada pula pengadaan lampu untuk kebutuhan 17 Agustus 2019, berupa 300 roll lampu LED neon,
50 roll lampu LED neon RGB, dan 2 buah lampu stadium LED 500 Watt.

Terkait utang Bagian Umum termasuk barang-barang yang dibelanjakan, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera akan melakukan tiga langkah yakni pengidentifikasian, pengujian, dan pengadminstrasian.

Sekda Sikka meminta waktu 1 bulan untuk menyelesaikan kasus utang Bagian Umum kepada UD Deka. Sementara pemilik UD Deka Martin Lomi berharap Sekda Sikka konsisten dan komitmen dengan batas waktu yang disepakati.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini