Penasihat Hukum Terdakwa Puskesmas Bola Tantang Kejari Sikka Tetapkan Konsultan Pengawas sebagai Tersangka

0
1795
Penasihat Hukum Terdakwa Puskesmas Bola Tantang Kejari Sikka Tetapkan Konsultan Pengawas sebagai Tersangka
Marianus Gaharpung, penasihat terdakwa kasus Puskesmas Bola

Maumere-SuaraSikka.com: Marianus Gaharpung, penasihat hukum terdakwa kasus dugaan tindak pidana korupsi Puskesmas Bola menantang Kejaksaan Negeri Sikka untuk menetapkan Konsultan Pengawas sebagai terdakwa.

Konsultan Pengawas yang dimaksudkan adalah Edi Naga yang merupakan pelaksana lapangan CV Triparty Tirtha Engineering. Perusahaan ini yang melaksanakan perencanaan dan pengawasan Pembangunan Puskesmas Bola senilai Rp 3.969.114.271,01.

Nama Edi Naga muncul dalam sidang perkara yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang. Edi Naga sendiri merupakan salah satu saksi pada persidangan perkara ini.

Penegasan Marianus Gaharpung berangkat dari proses sidang perkara yang terjadi pekan lalu. Saat itilu, salah satu anggota majelis hakim justeru mendorong Kejaksaan Negeri Sikka menetapkan yang bersangkutan sebagai terdakwa.

“Pada sidang minggu lalu, salah satu anggota majelis hakim kembali mengulangi bahwa konsultan pengawas Edi Naga harus ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus Puskesmas Bola,” ungkap Marianus Gaharpung.

Marianus Gaharpung mengatakan dalam fakta persidangan jelas terungkap bahwa Edi Naga yang merekayasa dokumen dengan tanpa dipaksa atau dipengaruhi kontraktor pelaksana dan PPK.

“Ini permintaan salah satu anggota mejelis hakim, resmi dalam persidangan. Dan saat itu JPU juga hadir dan dengar,” tegas dia.

Dengan fakta ini, kata dia, Kejari Sikka harus membuka kembali kasus dugaan tindak pidana korupsi Puskesmas Bola dengan tersangka yang baru.

Jika Kajari Sikka tidak menetapkan Edi Naga sebagai tersangka baru atas kasus Puskesmas Bola, maka selaku penasihat hukum terdakwa, pihaknya akan mengambil langkah-langkah hukum.

“Kami akan bersurat kepada Kejati NTT agar perkara ini dibuka lagi dengan tersangka konsultan pengawas, supaya tidak terkesan Kejari Sikka kerjanya tidak profesional,” ungkap dia.

Marianus Gaharpung menyesalkan kinerja Kejari Sikka yang terkesan terburu-buru menetapkan tersangka. Dia menyebut kinerja yang tidak profesional sehingga lupa membedakan mana tanggung jawab pribadi dan mana tanggung jawab jabatan.

“Aneh dan lucu, Saudara Edison Naga sampai hari ini bebas ria di luar, sedangkan PPK yang bukan latar belakang konstruksi harus menjadi pesakitan,” ungkapnya kecewa.

Sidang perkara dugaan tipikor Pembangunam Puskesmas Bola, kini memasuki tahapan penuntutan. Sesuai jadwal, sidang penuntutan akan digelar pada Senin (7/6) mendatang.

Proyek Pembangunan Puskesmas Bola
senilai Rp 3.969.114.271,01, dikerjakan oleh CV Cipta Konstruksi Indah. Dalam perkembangan proyek ini menuai masalah. Kejaksaan Negeri Sikka menetapkan PPK dan kontraktor pelaksana sebagai tersangka dengan kerugian negara mencapai Rp 540 juta lebih.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini