



Maumere-SuaraSikka.com: Dua orang guru dikabarkan dimutasikan ke Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah Setda Sikka. Anehnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (PKO) Sikka justeru tidak mengetahuinya.
“Soal 2 guru ini, PKO sendiri tidak tahu. Nanti kami konfirmasikan
Kaki akan dengan BKD,” jawab Kadis PKO Mayella da Cunha kepada Pansus 1 LHP BPK, Kamis (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ihwal mutasi 2 guru ini ke Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah Setda Sikka, diangkat oleh Wakil Ketua Pansus 1 LHP BPK Wenseslaus Wege.
Politisi Partai Hanura ini mempertanyakan mutasi dua guru, yang bukannya mutasi ke sekolah lain, tetapi malah justeru dimutasikan ke Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah Setda Sikka.
Sekretaris Komisi 3 DPRD Sikka itu mengaku tidak mengerti dengan kebijakan yang dilakukan pemerintah daerah setempat.
“Model apa ini? Proses mutasi yang amburadul,” kesal dia.
Menurut mantan guru itu, jika seorang guru diberikan sangsi dalam bentuk pembinaan akibat pelanggaran disiplin, maka sejatinya dimutasikan ke sekolah yang lain.
“Nah ini dimutasikan ke Protokol, mau kasih pembinaan apa di sana?” tanya dia.
Salah satu guru yang dimutasikan ke Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah, kabarnya adalah guru Bahasa Indonesia. Sambil merasa gemas dan lucu, Wenseslaus Wege menduga guru tersebut difungsikan untuk meramu redaksional info publik dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Terkait mutasi 2 guru ini, juga menjadi sorotan Ketua Pansus 1 LHP BPK Yoseph Don Bosko. Politisi PKB ini mensinyalir salah satu guru bekerja sampingan sebagai wartawan pada salah satu media di Kabupaten Sikka.
Dia menyesalkan kebijakan mutasi, yang menurut dia sarat dengan kepentingan. Padahal katanya, ketika faktanya daerah ini kurang guru, justeru guru yang ada tidak difungsikan pada sekolah, malah dipekerjakan sebagai staf Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah Setda Sikka.
“Tidak ada argumentasi lain, yang namanya guru itu harus ada di sekolah. Di Bagian Protokol nanti kasih pembinaan macam apa,” ungkap dia kecewa.
Baik Wenseslaus Wege maupun Yoseph Don Bosko dengan tegas mendesak Kadis PKO untuk menarik pulang dua guru tersebut, dan ditempatkan di sekolah sesuai basis ilmu.
“Tarik pulang. Kembalikan mereka ke sekolah,” seru Wenseslaus Wege.
Informasi yang dihimpun media ini, guru yang dimutasikan ke Bagian Protokol dan Pimpinan Daerah, sebelumnya bertugas di SDN Hoba dan SMPN 3 Waigete. Belum diketahui apa pertimbangannya sehingga dua guru ini dialihfungsikan menjadi staf Bagian Protokol dan Pimpinan Setda Sikka.*** (eny)


















