



Maumere-SuaraSikka.com: Kaburnya 4 anak pekerja pub dari shelter TRuK, Minggu (27/6) dinihari, memicu 13 rekan lainnya. Mereka pun nekad keluar dari shelter.
Tigabelas anak pekerja pub ini tanpa merasa takut langsung meninggalkan shelter. Bahkan ada yang sempat berpamitan dengan Pimpinan TRuK Suster Eustachia, SSpS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada yang datang pegang tangan saya, lalu bilang mau pergi. Saya tidak bisa berbuat apa-apa, saya hanya lihat saja,” cerita Suster Eustachia kepada wartawan di Kantor TRuK, Minggu (27/6) siang.
Beberapa di antara 13 anak pekerja pub ini bahkan sudah berhasil sampai ke Jalan Ahmad Yani, kurang lebih 100 meter dari Kantor TRuK.
Beruntung sejumlah suster yang masih muda mengikuti mereka dan kemudian mengajak kembali ke shelter. Akhirnya 13 anak pekerja pub ini pun kembali lagi ke shelter.
Suster Eustachia yang dihubungi media ini di Kantor TRuK menjelaskan selama ini situasi dan kondisi aman-aman saja. Dia sendiri tidak menyangka 4 anak pekerja pub nekad kabur dan 13 yang lainnya juga ikut-ikutan kabur.
Dari hasil pengumpulan informasi, Suster Eustachia menduga anak-anak tersebut keberatan dibawa ke Kupang. Suster Eustachia tidak menjelaskan lebih jauh apa alasan anak-anak di bawah usia menolak ke Kupang.
Pantauan media ini, sejumlah anak pekerja pub tampak asyik duduk bercengkerama di depan shelter.
Seorang di antara mereka terlihat sedang berkomunikasi melalui handphone dengan keluarga di kampung halaman. Kesannya dia mengaku kecewa dengan lambannya penanganan proses hukum yang sedang ditangani Polda NTT.
Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.
Para pekerja pub yang diamankan ini yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub, dan 8 dari Bintang Pub.
Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara 16 orang ini dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.
Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke TRuK.
Empat di antaranya yakni 3 dari 999 Pub dan 1 dari Libra Pub, dikabarkan kabur dari shelter, Minggu (27/6) dinihari.
Kuat dugaan mereka memanjat tembok dan meloloskan diri. Polisi menemukan sebuah tangga di balik tembok. Diduga tangga tersebut sengaja disiapkan oleh orang lain.*** (eny)


















