13 Pekerja Pub di Shelter TRuK, Tolak Dibawa ke Kupang

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 28 Juni 2021 - 22:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 30 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Empat wakil anak-anak pekerja pub memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28/6)

Empat wakil anak-anak pekerja pub memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (28/6)

Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 13 anak pekerja pub yang dititipkan di TRuK Maumere menolak dibawa ke Kupang. Mereka mendesak Polda NTT segera memulangkan mereka ke rumah masing-masing.

Sikap ini disampaikan 4 anak pekerja pub kepada sejumlah wartawan di shelter TRuK, Senin (28/6). Mereka mengaku mewakili rekan-rekan yang lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

RS 18 tahun, NR 16 tahun, GS 18 tahun, dan DW 16 tahun, menegaskan sikap mereka sudah bulat untuk tidak mau ke Kupang.

Pekerja anak di bawah umur menilai Polda NTT mempersulit proses hukum atas diri mereka

“Katanya besok mau dibawa ke Kupang, kami sudah sepakat untuk menolak. Kami minta segera kembalikan kami ke rumah masing-masing,” tegas mereka serempak.

DW, asal Cianjur Jawa Barat, beralasan tidak ada kepastian berapa lama mereka akan berada di Kupang. Selain itu, kata dia, juga tidak jelas untuk agenda apa mereka dibawa ke Kupang.

Dia mengatakan sudah 13 hari mereka berada di shelter TRuK, dan selalu mendapatkan informasi penanganan proses hukum yang tidak pasti dari Polda NTT.

“Awalnya bilang kami hanya dititipkan 2 hari saja, selanjutnya dipulangkan. Nah nyatanya sekarang sudah hampir 2 minggu kami di sini. Kalau dibawa lagi ke Kupang, berapa lama lagi kami di sana? Dengar-dengarnya 2 minggu di sana. Jelas kami tolak,” tegas dia.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Dia menambahkan informasi dari Polda NTT selalu tidak jelas dan membingungkan. Misalnya, dijanjikan Rabu (16/6) akan dilakukan pemeriksaan tambahan, ternyata tidak dilaksanakan.

Setelah itu mereka dijanjikan akan diberangkatkan ke Kupang pada Senin (21/6) pekan lalu, ternyata juga tidak direalisasikan.

“Selalu tidak pasti. Ini yang bikin kami bingung. Jangan-jangan nanti di Kupang kami bisa lama di sana. Dan itu yang kami tidak mau,” ungkap gadis yang mengaku sudah 1 tahun bekerja di Sasari Pub.

Suster Eustachia SspS menerima berita acara penitipan 17 anak di bawah umur yang dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere, Selasa (15/6) lalu

Anak-anak pekerja pub ini menangkap kesan Polda NTT mempersulit kehidupan mereka dengan proses hukum yang berlarut-larut.

Mereka mengatakan hanya akan berangkat ke Kupang jika Polda NTT memberikan kepastian mereka hanya 3 hari di sana. Dan setelah itu, Polda NTT langsung memulangkan mereka ke rumah masing-masing.

Untuk memastikan itu, mereka siap membuat surat pernyataan berada di Kupang selama 3 hari untuk kepentingan pemeriksaan tambahan, dan selanjutnya setelah itu Polda NTT wajib memulangkan mereka.

“Kami siap bikin surat perjanjian, tanda tangan di atas meterai. Orang Polda NTT juga harus tanda tangan,” tegas mereka.

Anak-anak pekerja pub ini mengatakan jika Polda NTT tidak sanggup mengembalikan mereka ke kampung halaman, mereka menawarkan sebaiknya dipulangkan ke tempat kerja. Mereka meyakini sekali pemilik pub yang segera akan memulangkan mereka.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

“Kami sudah komunikasikan dengan pemilik pub. Dan dia siap memulangkan kami,” ujar R, yang juga berasal dari Cianjur.

Anak-anak di bawah umur pekerja pada sejumlah pub di Maumere sedang berada di TRuK Maumere, Selasa (15/6) malam

Sebagaimana diketahui, Subdit 4 Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.

Para anak pekerja pub yang diamankan ini yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub, dan 8 dari Bintang Pub.

Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara mereka dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.

Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke TRuK.

Empat di antaranya yakni 3 dari 999 Pub dan 1 dari Libra Pub, dikabarkan kabur dari shelter, Minggu (27/6) dinihari.

Kuat dugaan mereka memanjat tembok dan meloloskan diri. Polisi menemukan sebuah tangga di balik tembok. Diduga tangga tersebut sengaja disiapkan oleh orang lain.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru