Longgarnya Penegakan Aturan, Pasien Covid Tolak Diisolasi, Akhirnya Meninggal di Rumah

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 1 Juli 2021 - 00:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 41 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah DR dikeluarkan dari rumah duka untuk dibawa ke Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang, Rabu (30/6) (foto: istimewa)

Jenazah DR dikeluarkan dari rumah duka untuk dibawa ke Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang, Rabu (30/6) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Seorang ibu hamil yang terpapar covid menolak diisolasi. Akhirnya dia meninggal di rumah. Fakta ini menunjukkan betapa longgarnya penegakkan aturan.

Adalah DR, perempuan yang lagi hamil itu dikabarkan meninggal Rabu (30/6) pagi tadi di Desa Wairblerer Kecamatan Waigete. Tidak ada yang berani melayat, karena diketahui perempuan 44 tahun ini terpapar Covid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Puskesmas Waigete Udes Deki yang dihubungi media ini sekitar pukul 14.27 Wita, mengaku baru mengetahui hal itu. Dia mendapat informasi dari Kapolsek Waigete.

Setelah mendapatkan informasi, Kapus Waigete membenarkan ada warga yang diduga terpapar Covid meninggal pada rumah keluarga di Wairblerer.

“Saya sudah koordinasi, ternyata itu warga dari luar wilayah Puskesmas Waigete,” jelas dia.

Kadis Kesehatan Petrus Herlemus memberikan pemahaman kepada keluarga duka, Rabu (30/6)

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis belum memberikan keterangan. Pertanyaan media ini melalui WhatsApp belum dijawab.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Informasi yang dihimpun media ini, DR dibawa ke IGD RSUD TC Hillers Maumere pada Senin (28/6) malam. Setelah melalui pemeriksaan, pasien ini dinyatakan Covid sehingga harus dirawat selanjutnya pada ruang isolasi di rumah sakit tersebut.

Rupanya keluarga DR menolak ibu hamil itu dibawa ke ruang isolasi. Mereka pun membawa pulang paksa DR. Ibu hamil ini tidak dibawa ke rumahnya di Kewapante, tetapi dibawa ke Wairbleler.

Setelah DR meninggal, keluarga kemudian mempersiapkan proses pemakaman. Rencananya DR dimakamkan pada pemakaman keluarga.

Kisah kematian ibu hamil yang terpapar Covid ini kemudian terdengar luas. Satgas Covid Sikka langsung turun ke lokasi untuk berkoordinasi agar jasad perempuan tersebut dimakamkan pada Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang Kecamatan Alok Barat.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Upaya Satgas Covid Sikka sia-sia karena keluarga menginginkan DR dimakamkan di pemakaman keluarga.

Wakil Bupati Sikka Romanus Woga sedang berkoordinasi dengan keluarga duka, Rabu (30/6)

Tidak kurang dari Wakil Bupati Sikka Romanus Woga bersama Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus akhirnya turun tangan. Mereka mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dengan keluarga. Upaya ini pun sia-sia.

Setelah lobi yang gagal, Satgas Covid Sikka meminta bantuan aparat kepolisian. Puluhan personil dari Polsek Waigete dan Polres Sikka kemudian mendatangi rumah duka.

Koordinasi dan lobi kembali lagi dilakukan. Setelah mendapat pencerahan dan penegasan dari Kadis Kesehatan, akhirnya keluarga mulai melunak.

Kurang lebih pukul 20.00 Wita, jenazah DR akhirnya diserahkan kepada Satgas Covid Sikka. Jenazah langsung dibawa ke Urung Pigang untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus Covid.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru