



Maumere-SuaraSikka.com: Seorang ibu hamil yang terpapar covid menolak diisolasi. Akhirnya dia meninggal di rumah. Fakta ini menunjukkan betapa longgarnya penegakkan aturan.
Adalah DR, perempuan yang lagi hamil itu dikabarkan meninggal Rabu (30/6) pagi tadi di Desa Wairblerer Kecamatan Waigete. Tidak ada yang berani melayat, karena diketahui perempuan 44 tahun ini terpapar Covid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Puskesmas Waigete Udes Deki yang dihubungi media ini sekitar pukul 14.27 Wita, mengaku baru mengetahui hal itu. Dia mendapat informasi dari Kapolsek Waigete.
Setelah mendapatkan informasi, Kapus Waigete membenarkan ada warga yang diduga terpapar Covid meninggal pada rumah keluarga di Wairblerer.
“Saya sudah koordinasi, ternyata itu warga dari luar wilayah Puskesmas Waigete,” jelas dia.

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis belum memberikan keterangan. Pertanyaan media ini melalui WhatsApp belum dijawab.
Informasi yang dihimpun media ini, DR dibawa ke IGD RSUD TC Hillers Maumere pada Senin (28/6) malam. Setelah melalui pemeriksaan, pasien ini dinyatakan Covid sehingga harus dirawat selanjutnya pada ruang isolasi di rumah sakit tersebut.
Rupanya keluarga DR menolak ibu hamil itu dibawa ke ruang isolasi. Mereka pun membawa pulang paksa DR. Ibu hamil ini tidak dibawa ke rumahnya di Kewapante, tetapi dibawa ke Wairbleler.
Setelah DR meninggal, keluarga kemudian mempersiapkan proses pemakaman. Rencananya DR dimakamkan pada pemakaman keluarga.
Kisah kematian ibu hamil yang terpapar Covid ini kemudian terdengar luas. Satgas Covid Sikka langsung turun ke lokasi untuk berkoordinasi agar jasad perempuan tersebut dimakamkan pada Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang Kecamatan Alok Barat.
Upaya Satgas Covid Sikka sia-sia karena keluarga menginginkan DR dimakamkan di pemakaman keluarga.

Tidak kurang dari Wakil Bupati Sikka Romanus Woga bersama Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus akhirnya turun tangan. Mereka mendatangi rumah duka untuk berkoordinasi dengan keluarga. Upaya ini pun sia-sia.
Setelah lobi yang gagal, Satgas Covid Sikka meminta bantuan aparat kepolisian. Puluhan personil dari Polsek Waigete dan Polres Sikka kemudian mendatangi rumah duka.
Koordinasi dan lobi kembali lagi dilakukan. Setelah mendapat pencerahan dan penegasan dari Kadis Kesehatan, akhirnya keluarga mulai melunak.
Kurang lebih pukul 20.00 Wita, jenazah DR akhirnya diserahkan kepada Satgas Covid Sikka. Jenazah langsung dibawa ke Urung Pigang untuk dimakamkan di Tempat Pemakaman Khusus Covid.*** (eny)


















