
Maumere-SuaraSikka.com: Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Kompol Mohamad Mukhson akhirnya angkat bicara dan bersikap soal kaburnya 4 anak pekerja pub yang dititipkan pada Tim Relawan untuk Kemanusiaan (TRuK).
Kepada wartawan di Kantor TRuK Maumere, Jumat (2/7), Mohamad Mukhson menjelaskan sejak mendengar kaburnya 4 anak pekerja pub ini, pihaknya langsung melakukan pencarian. Tapi hingga kini, akunya, belum ada titik terang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari awal kami sudah melakukan pencarian, dan mudah-mudahan ada hasilnya,” jelas dia.

Dia menyadari bahwa masyarakat mempertanyakan ihwal kaburnya 4 anak pekerja pub tersebut. Terhadap hal itu, dia memohon diberikan kesempatan untuk terus melakukan pencarian.
“Beri kesempatan kepada kami untuk mencari 4 orang ini,” kata dia lagi.
Muhamad Mukhson juga memohon kepada pihak-pihak lain yang mungkin saja punya keterlibatan pada kaburnya 4 anak pekerja pub ini, bisa membantu dan memperlancar kerja aparat kepolisian.
“Mohon pihak-pihak yang terlibat, bisa segera antarkan anak-anak itu kepada kami,” pinta dia.
Dia menambahkan 4 anak pekerja pub yang kabur itu sedang dalam proses hukum bersama 13 anak pekerja pub yang sementara ini dititipkan di TRuK.
“Kami harapkan mereka segera ditemui, sehingga kasus ini cepat selesai, dan tentunya memberikan kepastian hukum, rasa keadilan dan demi kepentingan bersama,” ujar dia.
Sebagaimana diketahui, 4 anak pekerja pub kabur dari shelter TRuK, Minggu (27/6) dinihari.
Dugaan kuat 4 anak ini kabur melalui bagian belakang dekat kamar mandi. Diperkirakan mereka melompat melalui tembok pembatas.
Di balik tembok pembatas ditemukan sebuah tangga. Kuat dugaan ada pihak lain yang membantu memperlancar pelarian 4 anak pub tersebut.
Pimpinan TRuK Suster Eustachia, SSpS yang dihubungi di Kantor TRuK, Minggu (27/6) siang, memastikan peristiwa kaburnya 4 anak pub.
“Yah, ada 4 yang kabur. Kami tidak menyangka bisa terjadi seperti itu. Padahal selama ini aman-aman saja,” terang Suster Eustachia.
Suster Eustachia mengatakan rencananya anak-anak ini akan diberangkatkan ke Kupang pada Selasa (29/6).
Informasi yang dihimpun media ini, 4 anak pekerja pub yang kabur yakni 1 pekerja di Libra Pub dan 3 pekerja di 999 Pub.

Sebelumnya Subdit 4 Renakta Ditreskrimum Polda NTT, Senin (14/6), berhasil membongkar kasus eksploitasi 17 anak di bawah umur. Mereka dipekerjakan pada sejumlah pub di Maumere.
Para pekerja pub yang diamankan ini yakni 3 dari 999 Pub, 5 dari Sasari Pub, 1 dari Libra Pub, dan 8 dari Bintang Pub.
Mereka rata-rata berusia di bawah 18 tahun. Bahkan ada yang berusia 14 tahun. Dua di antara 16 orang ini dalam keadaan hamil. Sebagian besar berasal dari Karawang, Cianjur, dan Jakarta.
Setelah mengamankan 17 anak pekerja pub, sejak Selasa (15/6) Polda NTT menitipkan anak-anak tersebut ke TRuK.*** (eny)



















