
Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Sikka bakal mempolisikan provokatur yang memakamkan secara paksa pasien Covid yang meninggal pada halaman rumah pribadi di Kecamatan Mego, Minggu (4/7).
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis mengatakan saat ini pihaknya sedang membuat kajian untuk melaporkan kasus tersebut ke Polres Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami siapkan kajian, nanti akan dianalisis oleh Bagian Hukum Setda Sikka,” jelas Clara Francis di halaman Gedung Isolasi Covid RSUD TC Hillers Maumere, Senin (5/7).
Dia menyampaikan bahwa laporan Satgas Covid Sikka terkait 2 hal yakni pelanggaran terhadap pelaksanaan protokol kesehatan dan penolakan terhadap Satgas Covid Sikka yang akan melaksanakan tugas.

Menurut Clara Francis, aksi yang dilakukan sekelompok orang di Mego, lebih disebabkan karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap tata cara pemakaman pasien Covid yang meninggal.
Kasus di Mego, kata dia, sebenarnya tidak perlu terjadi. Dia beralasan setelah Satgas Covid Sikka melakukan edukasi, keluarga inti dari orang yang meninggal sudah bersedia jenazah VR dimakamkan pada Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang Kelurahan Wolomarang.
“Lalu tiba-tiba ada keluarga lain yang datang menghadang. Mereka ini tahunya hanya sebagian, tapi seolah-olah tahu paling banyak. Mereka ini yang memprovokasi,” kesal Clara Francis.
Akhirnya jenazah VR dimakamkan di halaman rumah. Satgas Covid Sikka tidak bisa berbuat apa-apa karena situasi waktu itu sangat tidak kondusif.
Informasi yang dihimpun media ini, polisi sudah mengantongi wajah sejumlah orang yang diduga memprovokasi perlawanan terhadap Satgas Covid Sikka.*** (eny)



















