Ganasnya Covid, Komorbid Kalah, SA Akhirnya Meninggal

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 7 Juli 2021 - 21:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 12 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenazah SA diberangkatkan ke TPK Covid, Rabu (7/7) malam

Jenazah SA diberangkatkan ke TPK Covid, Rabu (7/7) malam

Maumere-SuaraSikka.com: Covid yang mengganas mampu mengalahkan komorbid. Kondisi ini yang memperparah SA, hingga akhirnya meninggal dunia, Rabu (7/7).

SA, warga Desa Nitakloang Kecamatan Nita, meninggal di Ruang Isolasi Covid RSUD TC Hillers Maumere pukul 17.33 Wita. Jenazah pria 63 tahun ini dimakamkan pada Tempat Pemakaman Khusus Covid di Urung Pigang Kecamatan Alok Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keluarga SA mengikuti proses pemberkatan jenazah

Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis menjelaskan SA masuk RSUD TC Hillers Maumere pada Senin (28/6). Pasien dirujuk dari RS Santa Elisabeth Lela dengan keluhan sesak napas dan lemah.

Baca Juga :  Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Selanjutnya SA dirawat di Ruang Isolasi Covid. Selama perawatan, pasien ini sempat dipasang ventilator karena kondisi gangguan pernapasan berat akibat Covid.

“Keadaan pasien diperberat dgn komorbid diabetes melitus dan hipertensi, dan usianya yg masuk kriteria lansia,” jelas Clara Francis.

Baca Juga :  Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Persiapan evakuasi jenazah ke TPK Covid

Dia menambahkan pasien akhirnya dinyatakan meninggal setelah segala upaya penanganan penyakitnya kalah dengan ganasnya Covid. SA merupakan pasien ke-25 di Kabupaten Sikka yang meninggal akibat Covid.

Pantauan media ini, puluhan keluarga SA berada di sekitar Ruang Isolasi Covid. Mereka mengikuti proses pemberkatan jenazah. Sekitar pukul 20.31 Wita jenazah diberangkatkan ke TPK Covid.*** (eny)

Berita Terkait

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka
Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti
Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN
Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani
Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani
Bom Hantam Gereja Katolik di Papua Tengah, 5 Korban Dibawa Lari ke Rumah Sakit 
Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal
Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:54 WITA

Bertahun-Tahun Kontrak Rumah di Maumere Demi Bisa Cuci Darah, Warga Flotim Minta Pemerintah Hadirkan Unit Hemodialisis di Larantuka

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:56 WITA

Paguyuban Sound System Maumere Sumbang Rp 25 Juta untuk Pembangunan Gereja Santo Gabriel Waioti

Rabu, 20 Mei 2026 - 22:38 WITA

Partisipasi Rendah, Hanya 5 SMK di Sikka Ikut FLS3N dan O2SN

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:22 WITA

Cairan Dialisa Sudah Tersedia, Pasien Cuci Darah di Maumere Kembali Dilayani

Senin, 18 Mei 2026 - 15:12 WITA

Sikka Darurat, Cairan Dialisa Habis, Pasien Cuci Darah Tidak Dilayani

Kamis, 14 Mei 2026 - 12:13 WITA

Fantastis! Closing Ceremony Festival Sepak Bola, 1500 Pelajar di Sikka Kreasi Tarian Kolosal

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:37 WITA

Jelang 2 Hari Launching, HM Infinity Sport & Cafe Bagi 100 Paket Sembako untuk Warga Kota Uneng

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:33 WITA

Festival Sepak Bola Pelajar Sukses Meniti Prestasi, Bupati Sikka Beri Apresiasi

Berita Terbaru