

Maumere-SuaraSikka.com: Satgas Covid Kabupaten Sikka merespons hilangnya jenazah Covid dari pemakaman khusus, Kamis (29/7). Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sikka.
Laporan Satgas Covid Sikka disampaikan secara tertulis oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Silvester Saka. Surat laporan diantar oleh Kepala Seksi Pertamanan dan Pemakaman Yos Lamury.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Silvester Saka masih sulit dihubungi. Beberapa kali media ini mengontak melalui handphone tapi belum bisa terhubung.
Kapolres Sikka melalui KBO Reskrim Polres Sikka Ipda I Nyoman Purwata membenarkan telah menerima laporan tertulis dari Kadis Lingkungan Hidup.
“Sudah ada laporan, akan kami tindaklanjuti dengan memeriksa saksi-saksi,” jelas dia kepada media ini di Reskrim Polres Sikka, Kamis (29/7).

Pantauan media ini, penyidik Reskrim Polres Sikka sedang memeriksa 3 orang saksi di Ruang Unit Tipidum.
Tiga saksi yang diperiksa yakni Yos Lamury selaku Kepala seksi Pertamanan dan Pemakaman, lalu seorang operator alat berat, dan seorang saksi mata.
Informasi yang dihimpun media ini, laporan tertulis Kadis Lingkungan Hidup menyebut juga identitas jenazah yang hilang dari pemakaman Covid.
Sampai dengan sore tadi belum ada informasi resmi dari petinggi Satgas Covid Sikka. Jurubicara Satgas Covid Sikka Muhamad Daeng Bakir mengatakan masih melakukan koordinasi.
Sementara itu Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis menjelaskan kasus ini sudah diinformasikan ke Sekda Sikka untuk ditindaklanjuti Bidang Penegakan Hukum dan Disiplin.
Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera memastikan bahwa Kadis Lingkungan Hidup telah melaporkan kasus ini kepada Polres Sikka.
“Tadi sudah dilaporkan ke Polres, dan sementara ini sedang ada pemeriksaan saksi,” terang Sekda Sikka melalui sambungan telpon sekitar pukul 19.30 Wita.
Dia menambahkan sementara ini sedang berkoordinasi dengan Satgas Covid Sikka untuk memberikan keterangan resmi kepada wartawan.
Sebagaimana diketahui, sebuah makam pada Tempat Pemakaman Khusus (TPK) Covid di Urung Pigang, diduga dibongkar orang yang tidak dikenal.
Diduga kasus pembongkaran ini terjadi pada Kamis (29/7) dinihari. Kasus ini baru diketahui siang hari tadi sekitar pukul 11.00 Wita.
Petinggi Satgas Covid Sikka bersama aparat TNI Polri yang mengetahui peristiwa ini langsung mendatangi TKP Covid.*** (eny)















