Pastikan Tidak Ada Penggelembungan, Jubir Satgas Tidak Bisa Beberkan Data Sesungguhnya

0
2132
Pastikan Tidak Ada Penggelembungan, Jubir Satgas Tidak Bisa Beberkan Data Sesungguhnya
Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis

Maumere-SuaraSikka.com: Jurubicara Satgas Covid Sikka Bidang Kesehatan Clara Francis memastikan tidak ada penggelembungan data Covid di daerah itu. Meski demikian dia tidak bisa membeberkan data sesungguhnya.

“Saya pastikan bahwa berita ini tidak benar, dan bahwa data ini benar. Tidak ada penggelembungan dan sangat bisa dijelaskan, tergantung cara membacanya,” jelas Clara Francis yang menghubungi media ini, Jumat (30/7).

Dia mengatakan bahwa pada Kamis (29/7), pasien yang sembuh lebih banyak dari pasien baru yang terkonfirmasi positip, di mana yang sembuh sebanyak 116 dan yang terkonfirmasi baru 61 kasus.

Dengan demikian, jelas dia, kasus aktif lebih rendah dari hari sebelumnya.

Clara Francis membenarkan bahwa di Kecamatan Mego terdapat tambah 2 kasus baru, dan belum ada yang sembuh. Dia juga membenarkan di Waigete bertambah 9 kasus baru.

Dia menambahkan kecamatan lain ada tambahan kasus, tapi karena yang sembuh lebih banyak, jadi seolah-olah tidak ada tambahan kasus.

Clara Francis menegaskan kasus aktif adalah kasus positip yang belum dinyatakan sembuh karena isolasi minimal 10 hari.

“Kasus aktif tidak sama dengan kasus baru,” ujar dia.

Klarifikasi Clara Francis ini sepertinya belum menjawab dugaan penggelembungan data.

Dia tidak bisa membeberkan data yang menunjukkan 116 orang sembuh pada Kamis (29/7) jika dibandingkan dengan kondisi Rabu (28/7).

Media ini menemukan jumlah orang yang sembuh pada dua hari terakhir, Rabu-Kamis (28-29/7) hanya 72 orang. Jumlah sembuh 72 orang tersebut yakni Alok 7 orang, Alok Barat 5, Alok Timur 1, Bola 6, Doreng 2, Kangae 4, Kewapante 3, Koting 7, Lela 11, Magepanda 6, Nele 7, Nita 6, Paga 2, dan Talibura 5.

Dalam klarifikasinya, Clara Francis menyinggung tambahan terkonfirmasi sebanyak 11 kasus yakni 2 dari Mego dan 9 dari Waigete.

Tetapi dia tidak menyinggung kenapa justeru Satgas Covid Sikka melaporkan tambahan terkonfirmasi menjadi 56 kasus.

Anehnya, klarifikasi Clara Francis berbeda dengan data yang dikeluarkan Satgas Covid Sikka. Dia menyebut yang terkonfirmasi baru sebanyak 61 kasus, sementara data yang dilaporkan Satgas Covid Sikka yang terkonfirmasi baru bertambah 56 kasus.

Sebagaimana diberitakan media ini, ada dugaan penggelembungan data yang dilaporkan Satgas Covid Sikka dalam dua hari terakhir.

Satgas Covid Sikka melaporkan tambahan kasus terkonfirmasi sebanyak 56, padahal pada uraian detail perkecamatan hanya 11. Seterusnya dilaporkan yang sembuh 116 orang, padahal data riil perkecamatan hanya 72 orang.*** (eny)

TINGGALKAN BALASAN

Silahkan ketik komentar anda
Silahkan ketik nama anda di sini