



Maumere-SuaraSikka.com: Anggota Fraksi PDIP DPR RI Andreas Hugo Pareira (AHP) memfasilitasi pertemuan antara Rektor Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung Mangadar Situmorang dengan tiga bupati di Flores, sejak Jumat (17/9) hingga Minggu (19/9).
Pertemuan tersebut terjadi di Maumere bersama Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, di Larantuka bersama Bupati Flotim Anton Gege Hajon, dan di Lewoleba bersama Bupati Thomas Ola Langoday.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pertemuan Rektor Unpar dengan 3 bupati itu bertepatan dengan kunjungan AHP ke daerah pemilihan dan pembagian beasiswa
Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi Tahun 2021.
Kunjungan kerja Rektor Unpar ke Sikka, Flotim, dan Lembata, dalam rangka menjajaki dukungan serta kerja sama dengan tiga pemerintah daerah tersebut untuk pendirian Fakultas Kedokteran (FK) Unpar.
AHP memohon dukungan pemerintah daerah di Propinsi NTT, sekaligus mengajak kerja sama pengiriman kader-kader dari daerah untuk kuliah di FK Unpar.
“Semoga pendirian FK Unpar berjalan lancar sehingga memberikan kesempatan bagi generasi muda dari daerah-daerah 3T belajar di sana,” ujar AHP yang juga alumnus Unpar dan dosen di kampus itu.
Rektor Unpar Mangadar Situmorang berterimakasih kepada AHP yang sudah membawanya ke Flores, bahkan bisa mempertemukan dengan tiga kepala daerah.
Dia juga meminta dukungan dari Bupati Sikka, Bupati Flotim, dan Bupati Lembata, untuk mengirim tamatan sekolah menengah atas melanjutkan studi pada FK Unpar.
Rektor Unpar yang saat itu didampingi Asisten-nya Monacella Ella Kosasih, berkesempatan memberikan cinderamata kepada masing-masing bupati.
Pada saat yang sama dia juga menyinggung tentang sosok AHP. Dia menyebut AHP sebagai figur pembelajar, pengajar dan pengamat politik nasional yang sangat mampu menjalin kedekatan dengan masyarakat.

Lebih dari itu, kata dia, AHP sungguh menjalankan peran politiknya sebagai wakil yang memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat.
Dalam hal organisasi kepartaian, kata dia, AHP menunjukkan betapa pentingnya kerjasama internal yang solid.
“Terhadap para elit politik dan pimpinan daerah, AHP sangat elegan membina hubungan kerja yang positif dan konstruktif,” kesan dia.
Di Lembata, AHP mengikuti pembagian beasiswa PIP Aspirasi di SDN Inpres 1 Lewoleba. Pelaksanaannya secara tatap muka terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat.
Kegiatan ini dihadiri Pimpinan DPRD Lembata F-PDIP G. Fransiskus, anggota F-PDIP Lembata Yere Huraq, Kadis Pendidikan Lembata Sil Samun, dan pengurus DPC PDIP Lembata. Rektor Unpar hadir juga saat itu.
AHP menjelaskan bahwa beasiswa PIP merupakan aspirasi masyarakat melalui anggota Komisi X DPR RI yang membidangi bidang pendidikan dan bermitra dengan Kemendikbud-Ristek RI.
Alumnus Seminari Lela ini berpesan bahwa dalam proses pengusulan PIP peran sekolah dan operator sangat penting untuk menginput nama-nama siswa/i ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga dapat diakomodir dalam pengusulan PIP Aspirasi.
Hal ini, kata dia, karena selama proses penginputan yang dilakukan Tim AHP, masih banyak ditemukan sekolah-sekolah yang Dapodiknya belum lengkap atau kosong.
Penerima PIP diwakili oleh para kepala sekolah atau perwakilan sekolah. Kepada mereka, AHP menyampaikan bahwa pemanfaatan dana ini harus dikomunikasikan dengan orang tua murid dan siswa-siswi.
Dia juga menyarankan agar saat proses pencairan di bank penyalur, sebaiknya dilakukan dengan cara kolektif guna menghindari terjadinya kerumunan dalam masa pandemi Covid.*** (eny)















