

Maumere-SuaraSikka.com: Pimpinan Daerah Muhammadiyah Sikka menggandeng STFK Ledalero menggelar vaksinasi untuk 1.000 orang, Jumat (15/10). Kerja sama ini sebagai bukti nyata menembus kerentanan universal.
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Sementara STFK Ledalero merupakan lembaga pendidikan tinggi bagi calon Imam Katolik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Vaksinasi digelar selama 2 hari di Aula STFK Ledalero, Jumat-Sabtu (15-16/10). Setiap hari dengan kuota 500 dosis. Jenis vaksin yakni sinovac 70 vial dan astrazeneca 30 vial.
Kegiatan vaksinasi ini dibuka resmi secara virtual dari Jakarta oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir.

Ketua STFK Ledalero Pater Otto Gusti Madung mengatakan kemauan Muhammadiyah menggandeng STFK Ledalero sebagai bukti nyata inklusivitas Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia dan bukti komitmen Muhammadiyah dalam merawat Indonesia yang satu dalam kebhinekaan.
Dia mengatakan pandemi Covid menyadarkan manusia akan kesamaan sebagai umat manusia di hadapan sebuah kerentanan universal.
“Sebagai manusia kita terbentuk dari materi yang sama dan rentan. Kerentanan tersebut memperkokoh keyakinan kita bahwa kita semua adalah saudara dan saudari, terlepas dari perbedaan agama, ras, budaya, status sosial dan bangsa. Pandemi adalah momen untuk memperteguh solidaritas global tersebut,” kata Pater Otto Gusti Madung.

Dia mengatakan pemimpin sejagad Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus mengingatkan bahwa dunia sekarang sedang berada dalam kondisi dilanda globalisasi ketakpedulian yang berdampak pada ketidakmampuan untuk menangis dan mengambil bagian dalam penderitaan orang lain.
“Di tengah dunia yang diwarnai apatisme dan ketidakpedulian, kita perlu mempromosikan budaya tandingan yakni sikap bela rasa dan belas kasih,” ujar dia.
Menurut dia, kemanusiaan yang rentan itu menjadi basis persaudaraan dan solidaritas antarumat manusia.
Persaudaraaan tersebut mendesak kita untuk bersikap peduli dengan yang lain terutama yang menderita lewat imaginasi, kreatifitas, dedikasi dan sikap dermawan.
“Kerja sama yang dijalin antara Muhammadiyah dan STFK pada hari ini adalah sebuah sikap etis untuk bersama-sama mengatasi kerentanan tersebut,” ungkap pegiat kemanusiaan itu.
Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir dalam sambutannya mengharapkan upaya dari semua pihak untuk menghentikan pandeki. Muhammadiyah sendiri, kata dia, melaksanakan vaksinasi massal pada 15 tempat di Indonesia.

Ketua Muhammadiyah Sikka Ihsan Wahab hadir dalam kegiatan vaksinasi. Dia memberikan apresiasi atas kerja sama antara Muhammadiyah dan STFK Ledalero memfasilitasi vaksinasi bagi 1.000 masyarakat di daerah itu.
Vaksinasi massal ini didukung petugas medis dari Puskesmas Nita, Puskesmas Waipare, dan Klinik Polres Sikka. Sejumlah aparat kepolisian membantu ketenteraman dan ketertiban pelaksanaan vaksinasi.*** (eny)















