
Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka terus-menerus “dikepung” masalah seperti korupsi dan kasus pidana umum. Salah satu pemicunya karena kurang pekanya Bupati dan Wakil Bupati sebagai pimpinan di daerah itu.
Pendapat ini dikedepankan Marianus Gaharpung, seorang pengamat hukum dan pemerhati sosial kemasyatakatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan kondisi kurang pekanya pimpinan, dia pun meragukan kemajuan Kabupaten Sikka. Malah dia menyebutnya sungguh prihatin.
“Ada beberapa pihak mengatakan pimpinan seakan bekerja sendiri seperti “robot”, padahal banyak sumberdaya yang dapat dioptimalkan,” ujar Marianus Gaharpung yang berdomisili di Surabaya.
Melihat kondisi ini, dosen hukum Ubaya kelahiran Kabupaten Sikka itu memberikan pendapat sebagai masukan, usul saran, sekaligus kritik konstruktif demi masyarakat Sikka Bahagia sebagaimana visi Bupati dan Wakil Bupati Sikka.
Dia menyinggung eksistensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) sebagai sebuah wadah yang luar biasa dan sangat strategis. Sayangnya, wadah ini belum dimaksimalkan secara baik.
Dia mendapat kesan Bupati dan Wabup Sikka jarang sekali membangun komunikasi dengan Forkopimda, untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi masyarakat, termasuk evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Sikka.
“Padahal setiap bulan anggota Forkopimda mendapat honor Rp 10 juta, rasanya sia-sia saja,” ujar dia.
Marianus Gaharpung juga menyoroti kontradiksi perekonomian di daerah itu, antara kondisi faktual dan retorika yang disampaikan kepada publik.
Dia mengatakan kondisi Kabupaten Sikka, secara formal atau di atas kertas selalu disajikan adanya peningkatan ekonomi. Tetapi, secara kasat mata, hemat dia, tidak ada kemajuan apa-apa.
“Saya tidak pernah melihat adanya komunikasi pimpinan daerah dengan pelaku usaha atau pengusaha yang berhasil, setidaknya diskusi untuk meminta masukkan bagaimana optimalisasi ekonomi di Sikka. Mungkin saja ada pemikiran yang sangat berguna sebagai masukan untuk pengembangan ekonomi,” ujar dia memberikan contoh.
Dia juga meminta Bupati dan Wabup Sikka membangun komunikasi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat.
“Minta masukan dari mereka, bila perlu kritikan, dalam hal bagaimana sebaiknya membangun Kabupaten Sikka agar lebih bermartabat,” saran dia.
Selain itu, dia juga berharap Bupati dan Wabup Sikka mengundang kalangan muda produktif, meminta pikiran dan pendapat dalam kaitan dengan pertumbuhan usaha mikro kecil dan menengah.
“Siapa tahu lahan-lahan tidur milik pemerintah dapat dimanfaatkan pelaku UKM,” ujar dia.
Dia mengatakan banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk kemajuan masyarakat dan daerah ini.
Namun, semuanya kembali kepada kepekaan pimpinan dalam membangun komunikasi positip dan bermanfaat.*** (eny)















