
Maumere-SuaraSikka.com: Pembayaran tunai di Pasar Alok Maumere Kabupaten Sikka perlahan-lahan akan tergeser. Kini modelnya akan beralih dengan payment cashless, belanja teknologi tanpa uang tunai.
Model belanja digital ini resmi diperkenalkan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo, Rabu (12/1), pada launching payment cashless.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pengresmian payment cashless berlangsung di Pasar Alok Maumere, karena teknologi digital ini terkait langsung dengan aktifitas jual beli pada pasar tradisionil tersebut.

Simbolisasi pengresmian yakni Bupati Sikka memotong tumpeng dan menyerahkan kepada Direktur Utama PT Cardsindo Tiga Perkasa Junaedi dan Direktur Marketing dan Operasional PT Cardsindo Tiga Perkasa Tan Heryanto.
Payment cashless didukung dua fitur penting yakni Aplikasi Dwuit dan Smart Card. Aplikasi Dwuit merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan transaksi digital.
Sementara Smart Card adalah kartu yang digunakan untuk melakukan pembayaran dan penyimpanan dana secara digital dalam penggunaan Aplikasi Dwuit.
Pemanfaatan payment cashless merupakan tindak lanjut dari kesepakatan bersama antara Bupati Sikka dan Direktur PT Cardsindo Tiga Perkasa, serta perjanjian kerja sama antara Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM dan Direktur PT Cardsindo Tiga Perkasa.
Bupati Sikka menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Cardsindo Tiga Perkasa yang telah menghadirkan payment cashless di daerah itu.
“Teknologi ini baru pertama kali hadir di NTT,” ujar Bupati Sikka dengan bangga.
Digitalisasi dengan model payment cashless, kata Bupati Sikka, memudahkan transaksi pembayaran. Dia lalu mengajak para pedagang dan konsumen Pasar Alok untuk menggunakan teknologi tersebut.
Sebagai rangsangan dan motivasi, Bupati Sikka melakukan top up perdana Smard Card, dan kemudian berbelanja secara digital.

Direktur Utama PT Cardsindo Tiga Perkasa Junaedi mengatakan teknologi payment cashless sudah diterapkan pada sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
Di luar Pulau Jawa, teknologi ini baru dimanfaatkan di Kabupaten Sikka. Dia berharap Kabupaten Sikka menjadi contoh bagi kabupaten/kota di luar Pulau Jawa.
“Terima kasih pemerintah daerah di sini untuk kerjasamanya, semoga bisa memajukan dan menyejahterakan masyarakat Sikka,” ujar dia.

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM Yoseph Benyamin menjelaskan kerja sama bersama PT Cardsindo Tiga Perkasa dimaksudkan untuk membangun kemitraan dalam rangka pengembangan transaksi digital dengan Aplikasi Dwuit dan Smart Card.
Tujuan kerja sama, kata dia, untuk menunjang usaha di Kabupaten Sikka, meningkatkan akses pasar bagi pelaku usaha, dan meningkatkan pendapatan bagi para pihak yang bekerjasama.
Dia menyebutkan juga sasaran kerja sama. Pertama, menyediakan pelayanan transaksi digital pada sektor UKM dan perdagangan lainnya. Kedua, meningkatkan kualitas sarana prasarana transaksi digital di bidang UKM dan perdagangan lainnya.
Ketiga, meningkatkan pemasaran produk bidang UKM dan perdagangan lainnya. Keempat, meningkatkan penggunaan transkasi digital oleh pelaku UKM dan perdagangan lainnya melalui Aplikasi Dwuit.
Kelima, meningkatkan pemanfaatan Smart Card dalam melakukan pembayaran. Dan keenam, meningkatkan pendapatan para pihak.

Kerja sama ini,tambah dia, memberikan sejumlah keuntungan bagi Pemkab Sikka.
Pertama, setiap kali terjadi transaksi pembayaran menggunakan Aplikasi Dwuitdan Smart Card, pemerintah memperoleh 0,15 persen dari nilai transaksi.
Kedua, setiap kali pengguna melakukan top up saldo pada Smart Card, pemerintah memperoleh Rp 150.
Ketiga, setiap pembelian 1 buah Smart Card, pemerintah memperoleh Rp 600. Dan keempat, pemerintah mendapatkan penerimaan dan pemanfaatan kekayaan daerah.
Yoseph Benyamin mengatakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM akan terus mendorong dan memfasilitasi ketersediaan sarana prasaran yang mendukung pelaksanaan transaksi digital.
“Ke depan, payment cashless akan digunakan juga untuk pembayaran retribusi pelayanan pasar, baik di Pasar Alok maupun Pasar Tingkat,” jelas dia.
Untuk mendukung program digitalisasi ini, Yoseph Benyamin mengajak semua aparatur sipil negara dalam lingkup Pemkab Sikka wajib memiliki Smart Card.

Launching payment cashless disaksikan sejumlah pimpinan perangkat daerah. Hadir juga Ketua Kadin Sikka Harry Japira bersama sejumlah pengurus.
Wakil Bupati Sikka yang dijadwalkan hadir pada kegiatan ini, ternyata tidak hadir. Tidak tampak pula jajaran Forkopimda.*** (eny)















