

Maumere-SuaraSikka.com: Demam berdarah dengue (DBD) telah menyerang warga 13 kecamatan di Kabupaten Sikka. Alok Timur tercatat paling tinggi.
Demikian data yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Sikka Dokter Clara Francis kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (13/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Clara Francis menjelaskan per hari ini sudah 40 pasien yang terdeteksi positip DBD, di mana 1 di antaranya meninggal dunia.
Dia mengakui terjadi peningkatan jumlah kasus jika dibandingkan dengan periode minggu kedua Januari tahun 2021 yang tercatat hanya 31 kasus.
“Minggu pertama Januari ada 9 yang positip, dan minggu kedua bertambah lagi 31 positip,” terang dia.
Dari 40 kasus DBD per hari ini, Clara Francis memastikan Kecamatan Alok Timur memberikan kontribusi paling tinggi yakni 12 kasus. Menyusul setelah itu Alok 9 kasus dan Alok Barat 4 kasus.
Lima kecamatan mencatat masing-masing 2 kasus yaitu Waigete, Kangae, Koting, Nita, dan Talibura.
Sedangkan Kewapante, Mego, Nele, Waiblama, dan Hewokloang mencatat masing-masing 1 kasus.
Untuk sementara, lanjut dia, 8 kecamatan lain belum tersentuh DBD yaitu Palue, Magepanda, Lela, Bola, Doreng, Paga, Tanawawo, dan Mapitara.
Kasus kematian pertama di tahun 2022 akibat DBD, dialami warga Kelurahan Kota Baru Kecamatan Alok Timur. Orang tua korban terdata sebagai warga Kecamatan Tanawawo, tetapi sejak tahun 2016 berdomisili di wilayah Kelurahan Kota Baru.
Clara Francis mengingatkan seluruh warga masyarakat Kabupaten Sikka untuk mewaspadai ancaman DBD. Dia meminta warga senantiasa menjaga lingkungan yang bersih dan semaksimal mungkin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.*** (eny)















