
Maumere-SuaraSikka.com: PT Bukit Noah Sikka berencana membangun mall di lokasi Sikka Convention Center (SCC). Anggota DPRD Sikka Yosef Nong Soni mempertanyakan kenapa harus di tempat itu.
Dia beralasan pada lokasi SCC ada sebuah gedung milik pemerintah yang difungsikan untuk banyak kegiatan, dan berdampak menghasilkan pendapatan asli daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Yosef Nong Soni kemudian menyarankan kepada pengembang untuk mencari lokasi yang lain.
Politisi Partai NasDem ini berharap pengembang serius membangun mall, meskipun bukan di SCC.
Dia lalu mengaitkan dengan pengembang sebelumnya yang berencana membangun mall di Pasar Tingkat, namun akhirnya gagal karena tidak mendapat persetujuan DPRD Sikka.

Rencana bangun mall di lokasi SCC, juga mendapat sorotan dari Petrus da Silva. Sekretaris Fraksi Partai NasDem ini menguatirkan banyaknya nilai aset yang harus dihapus jika mall dibangun pada lokasi SCC.
Dia lalu menyarankan pembangunan mall pada ex Pasar Geliting, sehingga pengembangan kota bisa menjadi luas.

DPRD Kaji
Ketua DPRD Sikka Donatus David menyambut baik rencana pembangunan mall di Kota Maumere.
Karena pengembang mengusulkan menggunakan tanah aset daerah, maka kata dia, pemerintah dan DPRD akan terlebih dahulu mengkaji dari segala aspek.
“Nanti DPRD dan pemerintah akan dalami lagi secara detil dengan pengembang, lalu DPRD akan memberikan sikap politik,” jelas Donatus David.

Mundur
Frangky Tanimena, pemilik PT Bukit Noah Sikka mengaku telah melakukan survei lokasi untuk pembangunan mall di Kota Maumere. Lokasi SCC, hemat dia, sangat strategis.
Frangky Tanimena sendiri sudah memaparkan gambaran umum rencana dan konsep mall di depan anggota DPRD Sikka, Senin (17/1).
“Mohon dukungan Bapak Ibu anggota Dewan,” ujar dia.
Menjawab wartawan, jika DPRD Sikka tidak memberi persetujuan pembangunan mall pada lokasi SCC, Frangky Tanimena mengaku memilih mundur. Dia tidak mau mencari tempay lain lagi, selain lokasi di SCC.
Mall yang rencana dibangun di SCC ini, diberi nama Sikka Town Square atau disingkat Sitos. Frangy Tanimena membuka ruang usulan adanya usulan nama baru.
Wenseslaus Wege dari Partai Hanura mengusulkan nama Sikka Town Piong. Dia beralasan piong adalah budaya dan adat masyarakat di daerah itu.
Sementara Petrus da Silva menawarkan kepada pengembang untuk menggelar sayembara tentang nama mall yang akan dibangun.

Selain pembangunan mall, pengembang yang sama juga berencana membangun 2.000 unit rumah, mengambil lokasi di Urung Pigang, berdekatan dengan Tempat Pemakaman Covid. Perumahan itu diberi nama Bukit Noah Regency.*** (eny)















