
Maumere-SuaraSikka.com: Pelajar SMPN 1 Paga terpaksa menyisir hutan dan menyeberangi sungai, Jumat (21/1), demi mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).
Hal ini terpaksa dilakukan menyusul jebolnya jembatan di Dusun Kangarusa Desa Wolowiro dua hari lalu, Rabu (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibat jebolnya jembatan, praktis kendaraan bermotor tidak bisa melintasi jembatan. Akses transportasi pun menjadi macet.

Pelajar SMPN 1 Paga terkena dampak langsung dari peristiwa jebolnya jembatan. Letak sekolah ini sekitar 50 meter dari jembatan tersebut.
Jebolnya jembatan tidak menyurutkan semangat pelajar SMPN 1 Paga dalam hal menuntut ilmu.

Banyak pelajar yang nekad melintasi jembatan yang jebol, lalu melompat ke jalan. Mereka harus berhati-hati biar tidak terperosok ke lubang.
Sementara banyak pelajar lainnya, mencari jalan alternatif di samping jembatan yang jebol. Mereka harus melewati hutan hingga menyeberangi sungai. Beruntung debit air pada sungai sangat kecil.
Camat Paga Anselmus Laka mengaku miris dengan kondisi ini. Meski demikian dia memberikan apresiasi atas semangat para pelajar mengikuti KBM.
Dia menerangkan sejak hari ini warga masyarakat setempat akan beramai-ramai membuat jalan alternatif yang lebih baik agar bisa dilewati kendaraan bermotor.*** (eny)















