
Maumere-SuaraSikka.com: Sejumlah warga mempertanyakan pelaksanaan proyek turap pengaman tangga di Desa Wolowiro Kecamatan Paga. Pasalnya, diketahui realisasi fisik masih 0 persen.
Pertanyaan warga sangat beralasan menyusul masa pelaksanaan sudah berakhir tahun lalu. Proyek ini menggunakan anggaran dana desa tahun 2021 sebesar Rp 41 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Blasius Woda, salah satu anggota BPD Wolowiro mengungkapkan hal ini, Jumat (21/1), di sela-sela gotong-royong warga desa membuat jalan darurat pada jembatan yang jebol di Dusun Kangarusa.
“Dana sudah dicairkan 100 persen, tapi fisik tidak ada. Lalu Rp 41 juta itu ke mana?” tanya dia.
Sebagaimana yang dia tahu, volume proyek ini sepanjang 27 meter, persisnya berlokasi di Dusun Lisebheto. Dusun ini masuk dalam wilayah administrasi Desa Persiapan Bhegu.
Blasius Woda juga menyinggung proyek turap pengaman Kali Ijukutu dengan nilai Rp 141 juta. Proyek ini juga bersumber dari alokasi dana desa tahun 2021.
Proyek dengan volume 250 meter ini, masa kerjanya sudah berakhir tahun lalu. Tapi, masalahnya kata dia, fisik proyek baru mencapai 50 persen.
“Ini juga sama, dana sudah cair semua,” ujar dia.
Blasius Woda mengatakan pelaksanaan dua proyek ini ditangani langsung Penjabat Kepala Desa Wolowiro Yohanes Berchmans Dede.
“Kalau menurut aturan, wajar atau tidak Penjabat yang urus ini proyek. PPK tidak ada. Bendahara, BPD lama, semua tidak berfungsi,” ungkap dia.

Klarifikasi
Penjabat Kepala Desa Wolowiro Yohanes Berchmans Dede yang dihubungi terpisah, memberikan klarifikasi atas pertanyaan warga.
Dia memastikan realisasi fisik proyek turap pengaman tangga di Dusun Lisebheto adalah 0 persen. Sementara turap pengaman Ijukutu, kata dia, sudah mencapai 80 persen.
Penjabat Kepala Desa Wolowiro mengatakan dua proyek tersebut bersumber dari dana desa tahun anggaran 2021. Metode pelaksanaan, kata dia, menggunakan sistem padat tunai karya.
Dia mengakui menangani langsung pelaksanaan proyek tersebut. Hal ini dimaksudkan agar proyek tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai peruntukan.
Yohanes Berchmans Dede mengakui proyek turap pengaman tangga di Dusun Lisebheto sama sekali belum dikerjakan, sehingga benar realisasi fisik masih 0 persen.
Dia beralasan mendahulukan pekerjaan turap pengaman Kali Ijukutu, setelah itu baru melaksanakan turap pengaman tangga.
Menurut dia, secara teknis, pekerjaan di Lisebheto bisa menghambat pelaksanaan pekerjaan di Ijukutu.
“Kalau kita buang material di Lisebetho, itu akan tutup badan jalan yang lebar hanya 2-3 meter. Sudah pasti akan menghambat pekerjaan di Ijukutu. Makanya kita selesaikan dulu Ijukutu, baru kerja di Lisebetho,” alasan dia.
Pelaksanaan pekerjaan di Ijukutu, lanjut dia, sudah bisa rampung dalam waktu dekat ini. Itu pun, kata dia, jika tidak terkendala cuaca.
Dia menambahkan terkait perkembangan pekerjaan dua proyek ini, sudah disampaikan kepada Camat Paga dan BPD setempat.*** (eny)















