
Maumere-SuaraSikka.com: Pedagang pasar menggelar dagangan di Gedung DPRD Sikka. Hal ini dilakukan sebagai bentuk protes atas maraknya pasar liar di kabupaten itu.
Buka lapak di gedung wakil rakyat itu bersamaan dengan aksi ratusan pedagang pasar yang terhimpun dalam Forum Komunikasi Pedagang Pasar Kabupaten Sikka, Senin (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pedagang sengaja menggelar dagangan, persis di bawah salah satu tangga menuju ruang paripurna. Terlihat dua jenis barang dagangan yakni air mineral dan labu jepang.
Media ini kesulitan menemui pemilik dagangan tersebut, termasuk pihak yang menginisiasi aksi protes itu. Sejumlah pedagang pasar yang berada tidak jauh dari lokasi dagangan, sama sekali tidak memberikan informasi.
Seorang pedagang menyebut bukan tidak mungkin para pedagang nekad menggelar dagangan di Gedung DPRD Sikka dan Kantor Bupati Sikka, jika pemerintah daerah setempat tidak serius menertibkan aktifitas jual beli pada pasar-pasar yang tidak resmi.
Lapak di Gedung DPRD Sikka ini kemudian ditutup, setelah massa aksi berpindah ke Kantor Bupati Sikka.
Penertiban pasar liar menjadi salah satu tuntutan serius Forum Komunikasi Pedagang Pasar Kabupaten Sikka. Mereka meminta Bupati Sikka menutup semua aktifitas jual beli di TPI Alok, Pasar Wuring, serta eks Pasar Geliting dan sekitarnya.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo di depan massa aksi di Kantor Bupati Sikka, berjanji akan menertibkan aktifitas jual beli di TPI Alok dan eks Pasar Geliting dan sekitarnya. Sedangkan untuk Pasar Wuring, dia beralasan masih dalam kajian.
Ketua Forum Komunikasi Pedagang Pasar Marius Krisensius mengajak para pedagang pasar yang masuk dalam anggota forum untuk mengawal janji Bupati Sikka.*** (eny)















