
Maumere-SuaraSikka.com: Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu mengingatkan agar Pembangunan Menara Lonceng di Kabupaten Sikka tidak mangkrak.
Hal ini disampaikan Uskup Maumere melalui sambutan resminya pada acara peletakkan batu pertama pembangunan menara lonceng di Gelora Samador da Cunha Maumere, Rabu (2/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mengajak masyarakat, umat Keuskupan Maumere untuk mendukung pembangunan menara lonceng, agar tidak mangkrak,” ujar Uskup Maumere.
Uskup Maumere hadir pada momen ini didampingi Pastor Paroki Katedral RD Yohanis Setu. Selain membawakan sambutan, Uskup Maumere juga menandatangani prasasti dan ikut melakukan peletakkan batu pertama.

Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo dalam kesempatan yang sama memastikan pembangunan menara lonceng tidak bakal mangkrak.
Menara Lonceng ini diberi nama Santo Yohanes Paulus II, mengingatkan sejarah kunjungan kegembalaan Paus Yohanes Paulus II ke Maumere Kabupaten Sikka pada 11-12 Oktober 1989. Bapa Suci memimpin Misa Pontifikal di Gelora Samador da Cunha Maumere.

Ketua Panitia Pembangunan Menara Lonceng Adrianus Firminus Parera menyebut anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan menara lonceng sebesar Rp 12 miliar.
“Anggaran bersumber dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, Pemerintah Kabupaten Sikka, program CRS, para donatur, dan masyarakat luas yang dapat menyumbang secara sukarela,” ujar Adrianus Firminus Parera yang juga adalah Sekda Sikka.
Dia mengatakan pembangunan menara lonceng dimulai Rabu (2/2) setelah peletakkan batu pertama. Pembangunan direncanakan dalam 3 tahap selama 2 tahun.
Menara lonceng ini setinggi 48,50 meter. Ornamen pada menara lonceng tidak hanya didominasi ciri khas Katolik, tapi juga mengakomodir ciri khas agama lainnya.*** (eny)















