Relawan Meradang, Insentif Covid Belum Dibayar

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 10 Februari 2022 - 22:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa relawan mengikuti rapat dengar pendapat terkait insentif tenaga kesehatan dan relawan, Kamis (10/2)

Beberapa relawan mengikuti rapat dengar pendapat terkait insentif tenaga kesehatan dan relawan, Kamis (10/2)

Maumere-SuaraSikka.com: Relawan yang dikontrak sementara pada RSUD TC Hillers Maumere meradang. Pasalnya hingga kini mereka belum menerima insentif Covid-19.

Persoalan ini pun kemudian masuk ke ruang politik. DPRD Sikka menggelar rapat dengar pendapat (RDP) untuk menelusuri sejauh mana letak persoalannya, sehingga insentif nakes dan relawan belum dibayar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pimpinan perangkat daerah saat RPD bersama DPRD Sikka terkait insentif nakes dan relawan Covid

RDP ini menghadirkan Direktris RSUD TC Hillers Maumere Mercy Parera, Kepala Dinas Kesehatan Petrus Herlemus, Sekretaris Inspektorat Kasianus Kei, dan Kepala BPKAD Paul Prasetya. Sejumlah relawan ikut hadir mendengarkan perkembangan nasib mereka.

Awalnya DPRD Sikka hanya mengetahui persoalan insentif 19 relawan yang belum dibayar pada tahun 2021.

Masalah ini sudah sering kali disuarakan sejumlah anggota Dewan. Para relawan sendiri telah membeberkan keluhan mereka melalui surat resmi.

Ternyata dalam RDP, diketahui bahwa pada tahun 2021 itu bukan hanya insentif relawan yang belum dibayar. Terungkap, hampir semua nakes belum menerima insentif.

Hal lain yang juga terungkap, yakni insentif 15 nakes pada tahun 2020, ternyata juga belum dibayar hingga sekarang.

Munculnya kasus-kasus ini, membuat anggota Dewan yang mengikuti RDP pun ikut-ikutan meradang.

Politisi PKP Alfrdus Melanus Aeng, Wakil Ketua Fraksi Demokrat Adil Sejahtera

Alfridus Melanus Aeng dari PKP Sikka, Petrus da Silva dari Fraksi Partai Nasdem, Filario Charles Betrandi dari Fraksi PAN, dan Wenseslaus Wege dari Fraksi Partai Hanura mencecar habis kinerja pemerintah yang mengabaikan hak-hak nakes dan relawan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Sambil memberikan masukan dan usul saran, mereka pun mendesak pemerintah segera mencarikan solusi untuk membayar hak-hak para nakes dan relawan.

Insentif 2020
Kepala BPKAD Paul Prasetya menjelaskan insentif nakes tahun 2020 bersumber dari APBN. Anggaran yang disiapkan Kementerian Kesehatan senilai Rp 6 miliar.

Setelah melalui verifikasi di Dinkes dan review di Inspektorat, kemudian diketahui 15 nakes yang direkomendasikan untuk tidak mendapatkan insentif.

Menurut Paul Prasetya, masalah ini harus dibahas secara hati-hati. Dia lalu mengusulkan agar RSUD TC Hillers Maumere, Dinas Kesehatan, Inspektorat, dan para nakes duduk bersama-sama untuk membicarakan hal-hal teknis secara detail.

Paul Prasetya mengaku persoalan ini sudah dilakukan koordinasi dengan BPK. Hasil koordinasi, kata dia, menurut BPK, bisa dianggarkan kembali melalui dana alokasi umum (DAU) dengan terlebih dahulu melakukan perubahan verifikasi.

“Ubah hasil verifikasi yang gagalkan 15 nakes, dan bisa dibayar. Masalahnya, siapa yang berani rekomendasikan untuk dibayar?” tantang Paul Prasetya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus mengaku bertanggungjawab terhadap kasus ini, dengan catatan jika seluruh proses dan mekanisme dilaksanakan sesuai regulasi.

Alfridus Melanus Aeng mendorong para pihak untuk secepatnya duduk bersama-sama menyelesaikan persoalan ini.

RDP yang dipimpin Ketua Komisi 3 Filario Charles Betrandi memberikan waktu 2 minggu kepada para pihak untuk menyelesaikan persoalan ini, dan segera dilaporkan ke DPRD Sikka.

Filario Charles Betrandi memimpin RDP tentang insentif nakes dan relawan Covid

Insentif 2021
Alokasi anggaran untuk insentif nakes dan relawan pada tahun 2021 dianggarkan sebesar Rp 6 miliar bersumber dari APBD Sikka.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Direktris RSUD TC Hillers Maumere Mercy Parera menjelaskan insentif sudah dibayarkan untuk bulan Januari hingga Juni. Pihaknya mengajukan anggaran Rp 7 miliar, namun hanya diberikan Rp 3 miliar saja.

Selanjutnya, kata dia, sejak Juli 2021 belum dibayarkan karena masalah kemampuan keuangan daerah.

Dia menginformasikan bahwa persoalan ini tidak saja dialami 19 relawan, tetapi juga semua nakes di RSUD TC Hillers yang terlibat menangani Covid.

Kepala BPKAD Paul Prasetya memastikan insentif tahun 2021 dibayarkan hingga ketersediaan dana Rp 6 miliar habis.

Jika terjadi kekurangan uang, kata dia, maka Bupati Sikka dan DPRD Sikka bersepakat untuk menganggarkan pada tahun 2022.

Persoalan menjadi tambah buram karena masalah kekurangan uang insentif tersebut justeru tidak tertampung pada APBD 2022.

Alfridus Melanus Aeng menyesalkan sikap lamban pemerintah yang tidak mengajukan angggaran pada saat Perubahan APBD 2021 atau pun APBD 2022.

Petrus da Silva mengusulkan agar persoalan insentif nakes dan relawan tahun 2021, diusulkan melalui anggaran mendahului perubahan. Usulan ini kemudian menjadi rekomendasi kepada pemerintah.

Sebanyak 19 relawan direkrut pada 15 Juli 2021, dengan masa kerja selama 3 bulan hingga 15 Oktober 2021.

Mereka menyesalkan sikap RSUD TC Hillers yang melakukan perekrutan tetapi alokasi insentif sebanyak Rp 6 miliar sudah habis dipakai pada Juni 2021.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru