




Maumere-SuaraSikka.com: Melchias Markus Mekeng, anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI melaksanakan tatap muka bersama kurang lebih 1.000 kader, simpatisan dan konstituen, Senin (14/2).
Wakil rakyat 5 periode yang juga adalah Fungsionaris Partai Golkar itu berbicara blak-blakan soal pemimpin masa depan di Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sikka harus berubah, cari pemimpin yang punya karakter, yang tidak pikir dia dan keluarga,” ungkap Melchias Markus Mekeng disambut tepuk tangan.
Bukan tanpa alasan Melchias Markus Mekeng menginginkan perubahan kepemimpinan di Kabupaten Sikka. Dia pun menyinggung sejumlah argumentasi yang melatarbelakangi cara pandangnya.
Kesejahteraan masyarakat petani, menjadi perhatian serius Melchias Markus Mekeng. Dia mendorong pola pikir dan semangat mengabdi bagi masyarakat petani. Dia mencontohkan bagaimana memanfaatkan tanaman jagung yang menjadi potensi besar di daerah ini.
“Kalau misalnya pemerintah di sini pintar, sarana seperti ini disiapkan, masyarakat menanam jagung, pemerintah bikin satu lembaga, beli hasil jagung, setelah itu jual, ke Surabaya, Sulawesi,” ujar dia memberi contoh.
Pola pikir dan tata kelola seperti ini, kata dia, harus dilakukan. Dengan demikian, lanjut dia, masyarakat petani akan mendapatkan manfaat dan keuntungan, yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan.
Menurut dia, konsep seperti yang dicontohkan, sebetulnya tidak terlalu muluk-muluk, dan mestinya bisa dilakukan di daerah ini.
“Tapi kalau penunjukkan kepala dinas berdasarkan bekas tim sukses, atau bekas temannya, bukan berdasarkan kemampuan, yah tidak akan maju daerah ini. Jadi, kasih jabatan, kasih konsep, kasih target. Itu baru pemimpin yang jelas,” ujar Melchias Markus Mekeng.
Tim sukses, kata dia, sudah selesai kepentingannya setelah proses politik berrakhir. Selanjutnya tidak perlu lagi meminta jabatan.
“Penentuan kepala dinas biarkan sesuai mekanisme berdasarkan kemampuan,” tegas dia.
Melchias Markus Mekeng mendorong kepala daerah di Kabupaten harus memiliki konsep yang jelas, bukan malah sibuk dengan urusan-urusan yang tidak jelas.
Dia menyinggung kondisi Kabupaten Sikka saat ini, yang menurutnya tidak ada perubahan sama sekali. Dia mengaku melihat banyak infrastruktur jalan yang rusak, termasuk munculnya genangan air pada hampir banyak tempat.
Padahal, kata Melchias Markus Mekeng, menjadi pemimpin di Kabupaten Sikka sebenarnya tidak susah karena anggaran sudah tersedia. Seorang pemimpin harus merencanakan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas.
“Karena itu nanti ke depan, kita pilih pemimpin yang punya konsep jelas,” ajak Melchias Markus Mekeng.
Dalam momentum tatap muka ini, Melchias Markus Mekeng juga berkesempatan menyalurkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) kepada 12 kelompok tani di Kabupaten Sikka. Selain itu, Melchias Markus Mekeng juga membagikan 650 paket sembako.*** (eny)















