Hama Tikus Serang Padi dan Jagung, Petani Terancam Gagal Panen

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 16 Februari 2022 - 14:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 137 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hama tikus menyerang jagung yang siap panen di Dusun Kampung Baru Kecamatan Talibura (foto: istimewa)

Hama tikus menyerang jagung yang siap panen di Dusun Kampung Baru Kecamatan Talibura (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Hama tikus kini mulai menyerang tanaman padi dan jagung di Kabupaten Sikka. Akibatnya para petani terancam gagal panen.

Serangan hama tikus antara lain terjadi di Dusun Kampung Baru Desa Talibura Kecamatan Talibura.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mathias Wonga dan Fransiska Salvia, dua petani di Dusun Kampung Baru, memperkirakan hama tikus sudah menyerang ratusan hektar tanaman padi dan jagung di dusun itu.

“Belum ada data pasti, kira-kira sudah ratusan hektar,” ungkap Mathias Wonga, Rabu (16/2).

Sementara Fransiska Salvia menyebut serangan hama tikus diperkirakan sudah terjadi sejak tiga minggu terakhir ini.

Mathias Wonga menjelaskan para petani di dusun itu kuatir serangan hama tikus bakal lebih dahsyat lagi ke depan.

Jika itu yang terjadi, praktis petani akan berhadapan dengan situasi krisis ekonomi. Pasalnya, jagung dan padi menjadi sandaran keberlangsungan hidup para petani.

Pata petani di Dusun Kampung Baru sudah berupaya mengurangi serangan hama tikus dengan berbagai macam cara. Bahkan mereka terpaksa berburu tikus dan menbunuhnya.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Namun upaya-upaya yang dilakukan, belum cukup untuk melawan serangan hama tikus.

“Kami mohon dengan sangat Dinas Pertania bisa melakukan intervensi,” pinta dia.

Fransiska Salvia mengatakan seharusnya para petani sebentar lagi menikmati hasil jerih payah mereka selama ini. Tapi akhirnya harus gigit jari gara-gara padi dan jagung diserang hama tikus.

“Kami sudah siap panen. Ternyata gagal semuanya. Sedih sekali,” ungkap dia terharu.

Camat Talibura Lorens Lilo yang dihubungi dari Maumere, Rabu (16/2), membenarkan hama tikus menyerang padi dan jagung petani di kecamatan itu.

Sejauh ini, jelas dia, belum ada data resmi berapa luas tanaman pertanian yang mendapat serangan hama tikus.

“Informasi itu betul. Berapa hektar, saya belum tahu pasti, nanti saya koordinasikan dulu dengan Badan Penyuluh Kecamatan,” terang dia.

Mathias Wonga, petani di Dusun Kampung Baru menunjuk jagung yang diserang hama tikus (foto: istimewa)

Ulat Gerayak
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun mengaku belum mendapatkan informasi terkait serangan hama tikus pada jagung dan padi di Kecamatan Talibura.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Meski demikian, Jemmy Sadipun yang belum lama ini dilantik sebagai Kadis Pertanian, berjanji akan segera mencari tahu, dan secepatnya mengambil tindakan.

Saat ini, kata dia, Dinas Pertanian justeru sedang fokus mengantisipasi serangan ulat gerayak, yang biasanya terjadi pada musim pancaroba.

“Menjelang pancaroba, musim-musim seperti sekarang ini, biasanya ulat gerayak,” jelas dia melalui sambungan telepon, Rabu (16/2).

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan), agar selalu waspada.

“Saya minta mereka agar pestisida dan insektisida harus selalu pada posisi siap, sehingga ketika terjadi eksplosif, bisa langsung dilakukan pengendalian,” jelas mantan Camat Doreng itu.

Jemmy Sadipun mengaku sementara ini sedang melakukan survei ke sejumlah lokasi, terutama yang berpotensi mendapat serangan ulat gerayak.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru