Puso Gegara Tikus di Talibura, Dinas Pertanian Kumpulkan 187 Penggarap

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 18 Februari 2022 - 11:54 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 36 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun memantau hamparan lahan pertanian yang diserang hama tikus di Talibura, Kamis (17/2) (foto: istimewa)

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun memantau hamparan lahan pertanian yang diserang hama tikus di Talibura, Kamis (17/2) (foto: istimewa)

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Pertanian mengumpulkan 187 petani penggarap. Hal ini menyusul kasus puso gara-gara hama tikus yang menyerang padi dan jagung di Dusun Kampung Baru Desa Talibura Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.

Para petani penggarap yang dikumpulkan terdiri dari 90 orang yang menggarap lahan milik misi di Wairlaka, dan 97 orang yang yang menggarap hamparan Pedang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sikka Jemmy Sadipun beralasan para petani penggarap perlu diberikan sosialisasi terkait bagaimana cara berbudidaya tanaman pangan padi dan jagung yang baik dan benar secara teknis,” alasan dia, Kamis (17/2).

Jemmy Sadipun melakukan hal ini setelah memantau langsung perkembangan dua hamparan pertanian di Dusun Kampung Baru yang diserang hama tikus yakni di Wairlaka dan Pedang.

Dari hasil pantauan, dia memastikan tingkat serangan hama tikus bervariatif, dari serangan ringan, sedang, dan berat.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

“Tetapi secara hitungan teknis, ini berbahaya, dan terancam,” ujar dia.

Mantan Camat Doreng ini menilai ada beberapa aspek yang menyebabkan serangan hama tikus di Dusun Kampung Baru.

Yang pertama, kata dia, masalah sanitasi yang tidak mendukung. Dan berikut, tidak ada upaya penanganan secara swadaya. Masalah lain, yakni pola tanam yang masih tradisional.

“Mudah-mudahan berkat kerja sama yang baik, Dinas Pertanian, Koordinator POPT, Koordinator BPP, dan semua penyuluh di wilayah ini, kami akan melakukan dengan cara kami sesuai anjuran teknis. Oleh karena itu saya sudah perintahkan agar hari ini juga segera kumpulkan para petani penggarap,” ujar dia.

Selain memberikan sosialisasi, secara teknis juga akan dilakukan pengendalian kimia, karena serangan hama tikus sudah dalam level darurat.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Hama tikus menyerang jagung yang siap panen di Dusun Kampung Baru Kecamatan Talibura (foto: istimewa)

Jemmy Sadipun menyinggung luasnya lahan pertanian yang diserang hama tikus. Menurut dia, luas lahan pada dua hamparan yang diserang hama tikus, tidak lebih dari 100 hektar.

“Jangankan ratusan hektar, 1 hektar pun akan berdampak sangat besar kepada petani,” kata dia.

Hamparan di Wairlaka, jelas dia, sawah tadah hujan seluas 11,94 hektar, yang terserang berat 8,2 hektar dan terserang sedang 3,74 hektar.

Lalu untuk hamparan Pedang yang letaknya di sebelah kali, total hamparan seluas 21,75 hektar, terdiri dari padi gogo seluas 16,31 hektar dan jagung seluas 5,44 hektar.

Untuk padi gogo, serangan sedang seluas 12,23 hektar, dan serangan ringan 4,08 hektar. Sementara untuk jagung, serangan berat seluas 3,26 hektar dan serangan sedang 2,18 hektar.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru