




Maumere-SuaraSikka.com: Nasib miris pendidikan dialami puluhan pelajar SDI Watuwekak di Kecamatan Kewapante. Bayangkan, selama 7 tahun mereka melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) pada gedung sekolah yang tidak layak.
Setidaknya terdapat dua indikasi gedung sekolah itu disebut tidak layak. Atap bangunan misalnya, sudah banyak yang bolong. Belum lagi tiang penyanggah bangunan, rata-rata sudah rapuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meskipun kondisi gedung sekolah sudah tidak layak, KBM terpaksa dilaksanakan. Praktis, KBM berjalan dalam suasana kekuatiran dan ketakutan jika sewaktu-waktu gedung sekolah itu roboh.

Kepala SDI Watuwekak Sestarius Otravianus menyebut terdapat 4 ruangan kelas di sekolah itu. Semua ruangan kelas dalam kondisi yang tidak layak digunakan.
“Kelas 1 paling parah. Kalau hujan, terpaksa kami pindahkan pelajar ke ruang perpustakaan,” jelas dia, Jumat (18/2).
Sementara itu Wakil Kepala SDI Watuwekak Valentinus Wotan Puka menambahkan bangunan sekolah mulai rusak sejak tahun 2015.
Dia mengakui pihak sekolah terpaksa melaksanakan KBM karena tidak ada pilihan lain lagi.
“Kalau musim angin, atap seng terangkat semua. Begitu juga kalau musim hujan, air merembes dan menggenangi ruangan kelas,” jelas dia.
Jika tiba musim hujan, para pelajar dipindahkan ke ruangan kelas lainnya, karena pertimbangan keamanan. Dia beralasan pada bangunan sekolah yang tidak layak itu terdapat instalasi listrik.
“Kuatirnya ada korslet, dan ini bisa sangat membahayakan,” ungkap dia.

Kepala SDI Watuwekak Sestarius Otravianus mengatakan sebenarnya mereka tidak pasrah saja dengan realitas ini. Pihak sekolah, kata dia, sudah berulangkali mengajukan permohonan bantuan perbaikan gedung sekolah.
“Tapi sampai sekarang belum ada perhatian,” ujar dia dengan nada kecewa.
Dia berharap pemerintah daerah setempat bisa segera intervensi memperbaiki gedung sekolah yang tidak layak tersebut demi kelancaran, keamanan, dan kenyamanan KBM.*** (eny)















