

Maumere-SuaraSikka.com: Proyek Pengembangan Jaringan Air Minum IKK Nita senilai Rp 3.535.074.374 baru mencapai 25 persen. Padahal jatuh tempo pelaksanaan tinggal 2 bulan lagi.
Proyek ini bersumber dari dana pinjaman daerah, dilaksanakan selama 180 hari sejak 23 Nopember 2021 hingga 21 Mei 2022. Pelaksana proyek adalah CV Araya Bina Konstruksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kuatir proyek ini bermasalah, Komisi 2 DPRD Sikka, Senin (7/3), melakukan monitoring ke lokasi kegiatan proyek di Desa Ladogahar Kecamatan Nita.
Monitoring dilakukan Ketua Komisi 2 Alfridus Melanus Aeng, Sekretaris Komisi 2 Yosef Nong Soni, dan anggota Komisi 2 Stef Sumandi. Mereka didampingi Sufriyance Merison Botu, anggota Komisi 1 yang merupakan wakil rakyat dari Kecamatan Nita.
Menurut Alfridus Melanus Aeng monitoring dilakukan untuk memberikan support dan motivasi agar pelaksanaan proyek tersebut tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat pemanfaatan.
“Kami tidak mau proyek ini nantinya bermasalah,” ujar politisi dari Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) Kabupaten Sikka itu.
Para wakil rakyat ini berhasil bertemu Ferdiyanto selaku pelaksana lapangan, dan seorang staf konsultan pengawas.
Dari dua orang ini mereka mendapatkan banyak informasi teknis dan rencana perkembangan pekerjaan, termasuk persoalan yang dihadapi di lapangan.
Ferdiyanto mengakui terdapat sejumlah kendala teknis dalam proses pelaksanaan, antara lain masalah upah tukang. Namun, katanya, kendala-kendala tersebut bisa segera dicarikan jalan keluar.
Dia memastikan proyek ini bisa selesai tepat waktu. Malah menurut dia akhir April 2022 ini sudah bisa selesai.
Sekretaris Komisi 2 Yosef Nong Soni mengingatkan kontraktor pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan sesuai dokumen kontrak.
“Kerja sesuai kontrak. Karena buat kami yang paling penting adalah masyarakat menikmati air bersih,” ujar dia.
Sebelum ke lokasi kegiatan, anggota DPRD Sikka terlebih dahulu melapor kegiatan monitoring ke Kantor Desa Ladogahar.
Kepala Desa Ladogahar Arkadius Arias hari itu tidak masuk kantor karena kondisi kesehatan. Dia lalu menerima para wakil rakyat di rumahnya, yang tidak jauh dari kantor desa.
Di lokasi kegiatan proyek, tampak beberapa tukang sedang mengerjakan sebuah bak penampung air berukuran 100 kubik.
Sufriyance Merison Botu mengingatkan agar pekerjaan bak penampung harus benar-benar berkualitas.*** (eny)















