
Maumere-SuaraSikka.com: Kasus alokasi belanja tidak terduga (BTT) TA 2020 yang jebol di BPBD Sikka, memantik Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri angkat bicara.
Politisi PKB Sikka itu berharap agar pemerintah daerah setempat berkenan menyampaikan secara transparan dan rinci berbagai program kegiatan, baik yang telah diselesaikan maupun yang belum tuntas dilaksanakan beserta sejumlah permasalahannya untuk menjadi kajian dan evaluasi berharga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Terkhusus terkait pengelolaan dana BTT pada BPBD Sikka, membutuhkan komitmen dan disiplin, agar tertib administrasi dan disiplin personil pengelolanya,” ungkap dia dalam pidato di depan sidang paripurna dengan agenda LKPJ TA 2021, Senin (14/3).
Terhadap kasus BTT jebol, Yoseph Karmianto Eri mengatakan DPRD Sikka mendorong Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) melakukan audit.
“Lakukan audit sehingga roh atau semangat BTT tidak dimaknai atau dipleseti oleh pihak tertentu sesuai kepentingannya,” ujar Ketua PKB Sikka itu.
Selain audit terhadap BTT, Yoseph Karmianto Eri juga mendorong APIP melakukan audit terhadap dana pinjaman daerah, guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang berdampak merugikan masyarakat dan daerah.
Secara terpisah, Wakil Bupati Sikka Romanus Woga mengatakan BTT TA 2021 ditargetkan sebesar Rp 19.931.863.046,41, dengan realisasi mencapai Rp 14.343.953.980 atau setara 71,96 persen.*** (eny)















