
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 14 rescuer Basarnas Maumere mengikuti pelatihan operasi SAR beregu di ketinggian.
Pelatihan ini merupakan salah satu upaya meningkatkan keterampilan dan ilmu pengetahuan tentang pencarian dan penyelamatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pelaksana I Wayan Suwena menjelaskan selain mendapatkan ilmu secara teoritis, para peserta juga akan melaksanakan praktik pada sebuah tebing di Kelurahan Madawat Kecamatan Alok.
Narasumber Latihan SAR Beregu di ketinggian, lanjut I Wayan Suwena yang juga adalah Kepala Seksi Operasi dan Siaga I, yakni dari Kodim Sikka.

KepaIa Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana pada kesempatan membuka kegiatan pelatihan, Senin (21/3), mengatakan kegiatan ini merupakan instruksi Kepala Badan Naisonal Pencarian dan Pertolongan Marsekal Madya TNI Hendri Alfiandi.
“Instruksi beliau bahwa seluruh Rescuer wajib melaksanakan operasi SAR dengan Quick Response SAR,” ujar dia.
Dia menambahkan kegiatan seperti ini dimaksudkan untuk mengasah serta meningkatkan kapasitas kemampuan Tim Rescuer dalam menghadapi situasi operasi pencarian dan pertolongan yang sesungguhnya, menguji standar operasional prosedur, fungsi koordinasi secara efektif, cepat dan aman.
Sedangkan tujuan kegiatan yakni meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan keselamatan pertolongan di ketinggian, serta memberikan kemampuan bagi para Rescuer.
I Putu Sudayana mengatakan program latihan beregu merupakan salah satu program prioritas nasional dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan khususnya Direktorat Kesiapsiagaan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan yang merupakan tombak pelaksanaan operasi SAR di daerah dituntut untuk melaksanakan latihan ini khususnya para Rescuer.
“Saya berharap seluruh Rescuer yang saya banggakan mampu melaksanakan teknik pertolongan pertama (medical first responder), memahami safety kerja di ketinggian, serta mengetahui dan memahami materi high angle rescue technique (Hart),” ujar dia.
Materi Hart yang dia maksudkan di antaranya perlatan HART, simpul, anchoring dan belaying, ascending dan descending, serta lowering dan lifting system.
Dengan demikian, lanjut dia, apabila terjadi operasi SAR di ketinggian, seluruh Rescuer siap melaksanakan pencarian dan pertolongan.

Kepada para peserta, I Putu Sudayana berpesan agar mengutamakan safety pada latihan beregu. Alasannya, safety merupakan hal utama untuk melaksanakan latihan ketinggian di tebing.
“Cek dan recheck semua alat yang akan digunakan dalam latihan, serta saling mengingatkan antara peserta dengan peserta yang lain saat pelaksanaan latihan,” pesan dia.
Kegiatan pelatihan ini mengambil tema “Melalui Latihan SAR Beregu Pada Medan Ketinggian Kita Tingkatkan Profesionalisme, Sinergitas, dan Militansi dalam Memberikan Pelayanan Operasi Pencarian dan Pertolongan di Wilayah Kerja Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere”.*** (eny)















