
Maumere-SuaraSikka.com: Sidang DPRD Sikka yang sedianya dijadwalkan Rabu (23/3) malam ini, akhirnya ditunda. Pasalnya Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tidak hadir. Bupati Sikka dituding telah melecehkan lembaga legislatif.
Bupati Sikka dikabarkan sedang berada di Denpasar untuk menghadiri rangkaian kegiatan Rakornas bersama Presiden Joko Widodo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 8 fraksi bersepakat menunda sidang hingga Bupati Sikka kembali ke Maumere. Belum diketahui kapan Bupati Sikka “pulang kampung”.
Mestinya sidang paripurna malam ini dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi.
Sidang paripurna sempat dibuka Wakil Ketua DPRD Sikka Yoseph Karmianto Eri. Dia didampingi Ketua DPRD Sikka Donatus David.
Tampak hadir Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, jajaran Forkopimda, dan pimpinan organisasi perangkat daerah.
Berhalangan Tetap atau Sementara
Setelah membuka sidang, Yoseph Karmianto Eri mempersilakan Wakil Bupati Sikka menyampaikan Keterangan Pemerintah.
Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus langsung melakukan interupsi. Ruang sidang paripurna pun berubah “panas”.
Philipus Fransiskus mempersoalkan ketidakhadiran Bupati Sikka. Dia merujuk UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah.
Pasal 19 ayat (2) PP Nomor 13 Tahun 2019, kata dia, menyebutkan dalam hal Kepala Daerah berhalangan tetap atau berhalangan sementara, LKPJ disampaikan Wakil Kepala Daerah selaku Pelaksana Tugas kepada DPRD dalam rapat paripurna.
“Merujuk regulasi ini, pertanyaan Fraksi PAN, ketidakhadiran Bupati Sikka ini masuk kategori mana? Berhalangan tetap atau berhalangan sementara? Lalu, pendasarannya dengan surat yang mana?” tanya Philipus Fransisus.
Philipus Fransiskus juga mempertanyakan kehadiran Wakil Bupati Sikka. Dia ingin memastikan apakah Wakil Bupati Sikka mendapatkan tugas resmi dari Bupati Sikka atau tidak.
Philipus Fransiskus juga menyinggung ketidakhadiran Bupati Sikka pada sidang paripurna sebelumnya pada agenda Pidato Pengantar Bupati Sikka dan Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi.
Saat Pemandangan Umum Fraksi, Selasa (22/3), kata dia, informasinya Bupati Sikka menghadiri penanaman simbolis cabe di Paubekor. Selanjutnya Bupati Sikka mengikuti kegiatan di Waiblama yang dihadiri salah satu anggota DPRD Propinsi NTT.
“Informasinya ada acara ulang tahun sebuah kelompok organisasi pemuda. Ini acara Bupati? Acara bersama? Informasi ke Wabup seperti apa?” tanya dia.
Tidak Ada Penyampaian dari Bupati
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga memastikan tidak ada penyampaian langsung dari Bupati Sikka kepada dirinya untuk menghadiri sidang paripurna.
“Tadi malam saya WA ke Sekda, apa sudah ada pendekatan ke Lingkar Luar? Sekda jawab Bupati ada panggilan ke Denpasar. Tadi pagi Sekda datang ke Rujab Wakil, sampaikan lagi,” jelas Wabup Sikka.
Dia menambahkan informasi dari Sekda Sikka, pagi tadi Bupati Sikka sempat masuk kantor. Dia sendiri juga masuk kantor. Wabup Sikka justeru berharap Bupati Sikka menemui dia untuk menyampaikan rencana sidang paripurna hari ini.
“Saya pikir beliau ke sebelah (ruang kerja Wabup Sikka, Red). Ternyata tidak. Jadi tidak ada penyampaian dari Bupati, baik surat maupun lisan. Hanya penyampaian dari Sekda. Ini saya jawab dengan sejujur-jujurnya,” jawab dia.
Ketua Fraksi PKB Sikka kemudian mengusulkan agar dokumen Kererangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi tidak perlu dibacakan.
“Tidak usah baca, kami baca saja dan dalami,” usul dia.
Melihat dinamika forum sidang paripurna yang terus “memanas”, Wakil Ketua DPRD Sikka kemudian meminta tanggapan dari fraksi-fraksi, apakah sidang paripurna dilanjutkan atau ditunda.
Hanya Fraksi PDIP yang secara diplomatis menawarkan sidang dilanjutkan. Sedangkan 8 fraksi lainnya mengusulkan ditunda. Yoseph Karmianto Eri akhirnya mengetuk palu menunda sidang hingga Bupati Sikka tiba di Maumere.*** (eny)















