

Maumere-SuaraSikka.com: Ancaman rabies terus menghantui warga masyarakat di Kabupaten Sikka. Anehnya, tidak ada alokasi anggaran untuk pengadaan vaksin.
Terungkap sudah 2 tahun terakhir ini, yakni 2021 dan 2022, tidak ada anggaran pengadaan vaksin. Akibatnya Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, tidak bisa melakukan kegiatan vaksinasi secara maksimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tidak ada anggaran untuk pengadaan vaksin rabies,” demikian disampaikan Kepala Bidang Keswan Alberth Gobang kepada Pansus 2 LKPJ TA 2021, Jumat (1/4).

Rapat Pansus 2 bersama Dinas Pertanian dipimpin Sekretaris Pansus 2 Yoseph Nong Soni didampingi Wakil Ketua Pansus 2 Maria Angelorum Mayestatis.
Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan menambahkan untuk melaksanakan vaksinasi, dia terpaksa berkomunikasi dengan Dinas Peternakan Propinsi NTT guna mendapatkan vaksin rabies.
“Ada bantuan vaksin dari propinsi, tapi juga hanya sedikit saja,” ungkap dia.
Menurut Alberth Gobang, tahun 2021 pihaknya mendapatkan bantuan vaksin 3.500 dosis dari Dinas Peternakan NTT. Semuanya sudah habis terpakai.
Sedangkan tahun ini, kata dia, Dinas Peternakan NTT memberikan bantuan sebanyak 8.000 dosis vaksin rabies.
Bantuan vaksin dari Dinas Peternakan NTT, tidak sebanding dengan populasi hewan penular rabies di Kabupaten Sikka, yang saat ini berkisar antara 50.000 ekor hingga 60.000 ekor.
“Tahun ini bantuan 8.000 dosis, hanya bisa vaksin 8.000 ekor hewan penular rabies. Jadi sekitar 14 persen saja,” ujar dia.

Meski jumlah dosis vaksin rabies sangat sedikit, Bidang Kesehatan Hewan telah menjadwalkan kegiatan vaksinasi. Menurut rencana, kegiatan vaksinasi akan mulai dilaksanakan pada Senin (4/4) mendatang.
Anggota Pansus 2 dari Fraksi Partai Gerindra Fransiskus Stephanus Say mendorong pemerintah daerah setempat memberikan perhatian dan intervensi anggaran yang serius untuk vaksinasi rabies.*** (eny)















