

Maumere-SuaraSikka.com: Laurensia Maru, terseret arus banjir Sungai Lowo di Kecamatan Mego Kabupaten Sikka, Selasa (29/3) lalu. Jasad korban ditemukan tewas di perairan Pantai Mbuli Kabupaten Ende, Selasa (5/4).
Lokasi tempat ditemukan jasad perempuan ini berjarak sekitar 27,5 kilometer dari tempat kejadian. Korban ditemukan oleh nelayan di perairan Mbuli pada pukul 09.00 Wita, dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Maubasa di Kecamatan Ndori.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana menjelaskan informasi penemuan mayat diperoleh dari seorang nelayan bernama Miswan Pala.
Ketika mendapat informasi pukul 12.00 Wita, Tim SAR Gabungan sedang melakukan operasi pencarian hari kelima. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara untuk mengecek kebenaran informasi.
I Putu Sudayana langsung memerintahkan OSC (On Scene Coordinator) menuju Puskesmas Maubasa di Kabupaten Ende. Ikut dalam pengecekan ini antara lain Kapolsek Paga Iptu Donatus Paru dan dan keluarga korban.
Setelah diidentifikasi, keluarga korban memastikan jenazah yang ditemukan afalah benar Laurensia Maru, korban yang hilang akibat terseret arus Sungai Lowo.
“Setelah teridentifikasi, keluarga langsung membawa pulang jasad korban ke Desa Bhera dengan menggunakan ambulance,” jelas I Putu Sudayana sebagaimana rilis yang diterima media ini, Selasa (5/4).
Dengan ditemukannya jasad korban, Operasi SAR Gabungan pun langsung diakhiri. I Putu Sudayana menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Operasi SAR.
Operasi SAR Gabungan melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Polsek Paga, Pos Polisi Lekebai, BPBD Sikka, PMI Sikka, Komunitas Snorkling Course, dan keluarga korban.
I Putu Sudayana juga memberikan apresiasi kepada Puskesmas Maubasa Ende, masyarakat dan perangkat Desa Mbuli, dan para nelayan Mbuli, Nelayan Mbuli.
Sebagaimana diberitakan, Laurensia Maru, 44 tahun, seorang warga Desa Bhera Kecamatan Mego di Kabupaten Sikka diketahui hilang terseret arus Sungai Lowo sekitar pukul 16.30 Wita.
Korban yang sehari-harinya bekerja sebagai petani, saat itu meyeberangi Sungai Lowo yang sedang dalam keadaan banjir. Korban kemydian terseret akibat arus yang kencang.*** (eny)















